GBKP sedang mengusahakan untuk bisa ambil bagian membentuk posko bantuan untuk bencana alam gempa bumi di Sumatera Barat..
Hari ini sudah koordinasi dan akan berangkat bang Guntur Tarigan (PARPEM GBKP) dan Florida Br Pinem anggota ASIGANA (Anak Singuda Siaga Bencana) dibawah komisi Penanggulangan Bencana GBKP. Hanya saja karena sudah tidak ada lagi dapat tiket hari ini dan sudah habis tiket pesawat ke Pakan Baru dan PAdang sampai tanggal 6 Oktober 2009. Juga tiket angkutan darat menuju Pakan Baru juga sudah habis sore dan malam hari ini.. Sehingga kedua saudara kita ini akan berangkat besok malam hari Jumat 2 Oktober 2009 jam 18.30 WIB naik Bus Medan Jaya.
Ertoto kita gelah banci turang senina ta si enggo iutus ke Padang melakukan yang terbaik untuk membuka posko dan diharapkan PERMATA yang ada di wilayah Riau Sumbar yang mau turut menjadi sukarelawan ini bisa bergabung.
Tanggal 6 Oktober Bang Guntur akan kembali ke Medan untuk kita evaluasi situasinya dan juga rencana selanjutnya tindakan yang diambil GBKP melalui Komisi Penanggulangan Bencana dan PARPEM...
Pundi Bencana menjadi program dari Komisi Penanggulangan Bencana GBKP tahun 2009 ini. Hanya saja memang sosialisasi yang dilakukan sangat kurang (atau malah tidak ada sosialisasi) .
Adi berekenndu atendu bantuan bencana, banci nge i transferndu ke rekening moderamen GBKP...
Selama ini GBKP cukup tanggap nge kerna bencana-bencana si terjadi...
JAnah mulai tahun 2009 enggo kange mbue (sekitar 50 orang ) PERMATA si ipersiapkan untuk bisa nampati adi lit kenca bencana. Ibereken pelatihan pertolongan pertama, membuat dapur umum dan juga memasang tenda. Komisi Penanggulangan Bencana untuk pelatihan2 e bekerja sama dengan The Johanniter, Dinas Sosial Sumatera Utara, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia (YTBI) dan BASARNAS Medan.
Rencana situhuna akan ada Pelatihan SAR DASAR untuk 40 PERMATA yang menjadi anggota ASIGANA (Anak SInguda siaGA bencaNA) tanggal 8 - 11 Oktober 2009 di lokasi Taman Jubelium GBKP Sukamakmur.. . Pelatihan ini diberikan oleh BASARNAS MEdan. Janah karena kondisi Padang, belum pasti apakah kegiatan ini akan terus dijalankan. Karena sepanjang hari ini kontak ke pimpinan SAR Medan belum sukses. Mungkin SAR MEdan juga turun ke PAdang.
sekedar update info kegiatan GBKP dalam tanggap bencana
Nomi BR Sinulingga
Sekretaris Komisi Penanggulangan Bencana GBKP
Thursday, October 01, 2009
Saturday, September 12, 2009
Happy B'day PERMATA GBKP
Hari ini, 12 September 2009, PERMATA ulang tahun ke 61....Banyak jalan yang sudah dilalui...banyak kisah pelayanan yang sudah digariskan.. .Semangat muda sering pasang surut untuk berkarya..
Setiap masa pelayanan punya warnanya masing-masing. .memperindah sejarah kehadiran PERMATA di tengah2 gereja dan dunia ini...
Selamat ulang tahun PERMATA GBKP...
Panjang umur dan semakin nyata karya dimanapun PERMATA hadir...
Tetap semangat dan Tuhan memberkati kita semua..
Nomi BR Sinulingga
Thursday, August 20, 2009
Belajar lebih sabar dan lebi segalanya....
Kesabaran, sifat yang jauh dari aku..namun sangat ingin aku memilikinya. Aku ingin selalu menjadi orang yang lebih sabar. Namun rasanya selalu gagal menjadi sabar. Aku orangnya gak sabaran, meledak-ledak dan kadang emosional. Hal ini selalu membuat penyesalan datang setelah emosi reda. Hehehe... tapi ada kalanya aku merasa aku punya alassan untuk emosi, namun perwujudan yang aku lakukan mengekpresikan emosi ini yang perlu di kontrol..dan sabar menjadi sifat yang bisa mengendalikannya.
Hari ini aku belajar lagi untuk pembentukan yang diperlukan bagi seorang perempuan. SABAR... Sudah lama aku merasakan TUHAN membentuk aku untuk lebih sabar. Berbicara berbuat baik, mungkin sudah gak terlalu sulit apabila dibandingkan dengan sabar ini. Maklum..sanguin abis aku dulu. Namun sekarang sudah tidak sesanguin dulu kayaknya.
Hari ini aku belajar lagi untuk pembentukan yang diperlukan bagi seorang perempuan. SABAR... Sudah lama aku merasakan TUHAN membentuk aku untuk lebih sabar. Berbicara berbuat baik, mungkin sudah gak terlalu sulit apabila dibandingkan dengan sabar ini. Maklum..sanguin abis aku dulu. Namun sekarang sudah tidak sesanguin dulu kayaknya.
Wednesday, July 29, 2009
Gunung Sibayak
Sampai di Raja Berneh sudah pukul 14.00 WIB, ini karena kami santai jalannya. Biasa normalnya kata Sunarta Ginting (Guide kita-kita dan juga Ketua PERMATA Klasis BErastagi), Jarang Nguda - Puncak Sibayak bisa dicapai 2 jam dan Puncak Sibayak - Raja Berneh sekitar 1,5 jam.
Puji Tuhan, aku senang sekali bisa mendaki Sibayak. Ini yang pertama, dan aku harap akan menyusul pendakian-pendakian Sibayak berikutnya...
Teman2 yang di Jawa, ada yang mau naik Gunung Sibayak ? Kalau aku ada waktu...aku mau nemenin kalian. Indah banget...
Thursday, July 16, 2009
Berintegritas, sulit oi...
Pagi ini pengen sekali nge-blog... walau tidak tahu apa yang mesti di curhatkan.. Tapi gak papalah nulis aja. Bersyukur untuk hari baru yang Tuhan beri.. meski langit mendung dan ruangan ini cukup dingin tapi kusadari hatiku hangat kok.
Hmm...memulai sesuatu yang baru memang tidak mudah. Seperti saat ini, aku mau memulai budaya hidup yang baru. Lebih disiplin, lebih tertip, lebih goal oriented dan juga pertumbuhan karakter tetap menjadi kepedulian yang utama.
aku ingat di tulisan di blog ini, aku pernah merenungkan harta karun itu ada dalam diri sendiri. Orang lain percaya sama kita itu bukan anugerah, itu adalah perjuangan dan sering sekali butuh pengorbanan untuk mendapatkannya. Capek, letih dan juga tidak cepat menyerah supaya hidup ini otentik dan juga punya integritas.
Hmmm...menjadi orang yang berintegritas, memang tidak mudah. Tidak semudah mengajarkan etika yang salah satu materinya adalah integritas.
Langit masih mendung, dan secangkir teh sudah sampai di mejaku... Biar bukan cuma diri ini dihangatkan oleh hati yang bahagia namun juga oleh teh hangat yang tertutup manis di ujung meja yang baru aja diantar si bibik. Thx ya bik...
Terima kasih Tuhan, untuk setiap semangat yang Engkau berikan dalam hidupku...
Hmm...memulai sesuatu yang baru memang tidak mudah. Seperti saat ini, aku mau memulai budaya hidup yang baru. Lebih disiplin, lebih tertip, lebih goal oriented dan juga pertumbuhan karakter tetap menjadi kepedulian yang utama.
aku ingat di tulisan di blog ini, aku pernah merenungkan harta karun itu ada dalam diri sendiri. Orang lain percaya sama kita itu bukan anugerah, itu adalah perjuangan dan sering sekali butuh pengorbanan untuk mendapatkannya. Capek, letih dan juga tidak cepat menyerah supaya hidup ini otentik dan juga punya integritas.
Hmmm...menjadi orang yang berintegritas, memang tidak mudah. Tidak semudah mengajarkan etika yang salah satu materinya adalah integritas.
Langit masih mendung, dan secangkir teh sudah sampai di mejaku... Biar bukan cuma diri ini dihangatkan oleh hati yang bahagia namun juga oleh teh hangat yang tertutup manis di ujung meja yang baru aja diantar si bibik. Thx ya bik...
Terima kasih Tuhan, untuk setiap semangat yang Engkau berikan dalam hidupku...
Saturday, July 11, 2009
Internet dan Kopi...
Internet...
hampir semua sekarang teman2 banyak yang sudah terhubung dengan internet. Walaupun masih banyak juga yang belum tersentuh internet. Namun jangan salah, beberapa kawan ada yang tidak bisa kalau tidak ada internet. Kalau aku sih mungkin butuh banget internet, tapi akan tetap hidup kalau tidak ada internet. Hidup dengan penuh ke garingan maksudnya...hehehe
Nginternet sambil secangkir kopi latte tentunya menambah betapa nikmatnya menjelajah melalui 10 inci layar komputer ini. Apalagi ada pisang gorengnya kan ? kudu hati2 tentunya, takutnya minyaknya singgah dimana2..hehehe.
Yah..internet dan kopi, menyertai perjalanan hidup. Mewarnai hidup, namun kudu tetap dibawah otoritas diri sendiri kali ya.. Internet membuatku melalui waktu dengan penuh warna. Kadang ngobrol membahas pelayanan dengan seseorang di Korea atau di Taiwan atau di Swedia atau dimana saja. Kadang ngobrol dengan teman2 bahas kuliah dan pelajaran dengan teman-teman yang sudah berserak dimana-mana. Hmmm..kadang ngobrol akan mimpi-mimpi dengan teman yang dekat di jarak tapi tetap suka melakukannya lewat internet.
Asik kan nginternet sambil ngopi..? dulu teman yang suka minum jus ini sekarang juga sudah sering minum kopi... hehe, malas juga sih kalau aku ngopi dan dia nge-jus...kan gak enak hati... I love you abang... Nginternet dan ngopi menghabiskan sore kita...
hampir semua sekarang teman2 banyak yang sudah terhubung dengan internet. Walaupun masih banyak juga yang belum tersentuh internet. Namun jangan salah, beberapa kawan ada yang tidak bisa kalau tidak ada internet. Kalau aku sih mungkin butuh banget internet, tapi akan tetap hidup kalau tidak ada internet. Hidup dengan penuh ke garingan maksudnya...hehehe
Nginternet sambil secangkir kopi latte tentunya menambah betapa nikmatnya menjelajah melalui 10 inci layar komputer ini. Apalagi ada pisang gorengnya kan ? kudu hati2 tentunya, takutnya minyaknya singgah dimana2..hehehe.
Yah..internet dan kopi, menyertai perjalanan hidup. Mewarnai hidup, namun kudu tetap dibawah otoritas diri sendiri kali ya.. Internet membuatku melalui waktu dengan penuh warna. Kadang ngobrol membahas pelayanan dengan seseorang di Korea atau di Taiwan atau di Swedia atau dimana saja. Kadang ngobrol dengan teman2 bahas kuliah dan pelajaran dengan teman-teman yang sudah berserak dimana-mana. Hmmm..kadang ngobrol akan mimpi-mimpi dengan teman yang dekat di jarak tapi tetap suka melakukannya lewat internet.
Asik kan nginternet sambil ngopi..? dulu teman yang suka minum jus ini sekarang juga sudah sering minum kopi... hehe, malas juga sih kalau aku ngopi dan dia nge-jus...kan gak enak hati... I love you abang... Nginternet dan ngopi menghabiskan sore kita...
Thursday, June 18, 2009
BERJUANG...
Berjuang, menjadi kata kunci bagiku menjalani hari ini. Meskipun aku masih samar bagaimana bentuk perjuangan yang dimaksud. Apakah ketika berdiam dan menjauh ini juga perjuangan? Kadang aku ingin datang dengan keberanian yang tiada batas. Menghadapi semua yang datang menghadang di jalan.
Aku gak tahu. Bagaimanakah bentuk perjuangan yang harus aku lakukan. Yang kutau aku harus terus berjuang. Walaupun aku tidak tahu dimana ujung perjuangan yang aku lakukan saat ini. Satu yang aku yakini...semua indah pada waktuNya. Indah pada waktu ketika ini usai.
Perjuangan ini akan menjadi warna yang indah ketika ku kenang nanti setelah aku masuk ke periode hidup yang lain. Periode hidup yang warnanya pasti akan sangat ditentukan oleh perjuangan yang aku lakukan saat ini.
Sekalipun aku bingung dengan bentuk perjuangan yang bisa dilakukan oleh tubuh dan kepala ini. Tapi satu yang tidak boleh aku bingungkan, ketika aku berjuang dengan lutut yang bertelut dan tangan yang terlipat. Biarlah perjuangan ini membawaku semakin dekat denganNYa..
Berjuang NOM... tetap semangat.
Aku gak tahu. Bagaimanakah bentuk perjuangan yang harus aku lakukan. Yang kutau aku harus terus berjuang. Walaupun aku tidak tahu dimana ujung perjuangan yang aku lakukan saat ini. Satu yang aku yakini...semua indah pada waktuNya. Indah pada waktu ketika ini usai.
Perjuangan ini akan menjadi warna yang indah ketika ku kenang nanti setelah aku masuk ke periode hidup yang lain. Periode hidup yang warnanya pasti akan sangat ditentukan oleh perjuangan yang aku lakukan saat ini.
Sekalipun aku bingung dengan bentuk perjuangan yang bisa dilakukan oleh tubuh dan kepala ini. Tapi satu yang tidak boleh aku bingungkan, ketika aku berjuang dengan lutut yang bertelut dan tangan yang terlipat. Biarlah perjuangan ini membawaku semakin dekat denganNYa..
Berjuang NOM... tetap semangat.
Monday, June 08, 2009
bingung...kebanyakan pilihan dan kerjaan
hari ini, ingin curhat di blog tercinta ini. Sudah sering diabaikan, bahkan kalau lagi buka-buka pun semua isinya kayaknya sudah lama-lama. Hmmm..dulu blog ini pernah menjadi saat-saat yang indah. Apalagi ketika awal-awal jadi seorang blogger, semua tumpah isi hati dan pikiranku disini. Berawal dari BAndung, di lantai 3 kampus ITHB..aku rajin mencurahkan semua dari situ.
BErlanjut ke BAnda Aceh..rajin juga curhat waktu itu. Ketika mulai hidup di Medan, kerajinan itu sedikit-sedikit kendor. Malah mau ngetik curhat dan pikiran pun sulit. Gak tahu apa yang terjadi. Namun sekarang aku ingin mulai lagi lah..
Untuk mengurangi kesibukan, sebenarnya selama ini juga gak sibuk dibuatnya hanya saja menguras pikiran dan juga hati. Aku tadi pagi memutuskan untuk menutup kafe 31. Alasan yang paling berpengaruh untuk menutup Kafe ini adalah karena tukang masak berhenti dan aku kesulitan cari tukang masak pengganti. Sebenarnya berat sekali menutup Kafe ini. Walaupun aku sring gak ke Kafe tapi banyak juga yang senang dan tertolong dengan keberadaannya. AKu bisa memberikan pekerjaan kepada orang lain melalui Kafe ini. TEman-teman PERMATA juga bisa menitipkan apapun melalui kafe ini. NAmun dengan berat hati, tadi pagi aku memutuskan untuk menutupnya saja. Karena aku gak bisa lagi mencari tukang masak, dan waktuku juga gak sebanyak yang dulu untuk memikirkan dan mengurusnya.
Setahun lagi masa kepengurusanku di PERMATA GBKP Pusat. Apa yang harus dilakukan setahun ini sehingga bisa tidak percuma kami jalani 4 tahun pelayanan ini tanpa meninggalkan apapun untuk PERMATA. Kalau aku ingat-ingat, rasanya aku lebih bijak dulu daripada sekarang. Sekarang ini memang gak jelas kadang isi kepalaku ini. Dulu ketika melayani di KAKR Bandung Pusat, dan aku mengundurkan diri karena kesibukan Tesis. Aku ingat sekali alasanku mengundurkan diri adalah karena gak mau namaku hanya memenuhi daftar Guru tapi gak bisa datang sermon dan akan mengganggu saja. AKu putuskan mengundurkan diri. SAtu yang aku selalu bilang ma diriku. Aku gak akan pernah bilang suatu saat nanti bahwa aku pernah mengajar KAKR Bandung Pusat dulu. Aku selalu ingin bilang, waktu aku keluar dari pelayanan KAKR BAndung Pusat, sudah aku tinggalkan adik-adik PA ku untuk melanjutkan apa yang sudah aku kerjakan selama ini di KAKR. Waktu itu ada 3 orang adik PA yang masih melayani di KAKR.
Sekarang bagaimana dengan PERMATA. Akupun rindu sekali suatu saat akan bilang, kalau aku meninggalkan orang-orang untuk melanjutkan apa yang sudah aku kerjakan di PERMATA. Waktuku tinggal 1 tahun lagi mempersiapkannya. AKu harus sudah mulai bergerak dan banyak berdoa untuk ini. Ya... banyak berdoa, Nom.
Apa yang mesti dilakukan supaya ada yang ditinggalkan di PERMATA. Selama ini energiku lebih banyak habis untuk berjuang dan bertahan di PERMATA, dan sedikit energi yang digunakan untuk berbuat di PERMATA. Sudah saatnya
BErlanjut ke BAnda Aceh..rajin juga curhat waktu itu. Ketika mulai hidup di Medan, kerajinan itu sedikit-sedikit kendor. Malah mau ngetik curhat dan pikiran pun sulit. Gak tahu apa yang terjadi. Namun sekarang aku ingin mulai lagi lah..
Untuk mengurangi kesibukan, sebenarnya selama ini juga gak sibuk dibuatnya hanya saja menguras pikiran dan juga hati. Aku tadi pagi memutuskan untuk menutup kafe 31. Alasan yang paling berpengaruh untuk menutup Kafe ini adalah karena tukang masak berhenti dan aku kesulitan cari tukang masak pengganti. Sebenarnya berat sekali menutup Kafe ini. Walaupun aku sring gak ke Kafe tapi banyak juga yang senang dan tertolong dengan keberadaannya. AKu bisa memberikan pekerjaan kepada orang lain melalui Kafe ini. TEman-teman PERMATA juga bisa menitipkan apapun melalui kafe ini. NAmun dengan berat hati, tadi pagi aku memutuskan untuk menutupnya saja. Karena aku gak bisa lagi mencari tukang masak, dan waktuku juga gak sebanyak yang dulu untuk memikirkan dan mengurusnya.
Setahun lagi masa kepengurusanku di PERMATA GBKP Pusat. Apa yang harus dilakukan setahun ini sehingga bisa tidak percuma kami jalani 4 tahun pelayanan ini tanpa meninggalkan apapun untuk PERMATA. Kalau aku ingat-ingat, rasanya aku lebih bijak dulu daripada sekarang. Sekarang ini memang gak jelas kadang isi kepalaku ini. Dulu ketika melayani di KAKR Bandung Pusat, dan aku mengundurkan diri karena kesibukan Tesis. Aku ingat sekali alasanku mengundurkan diri adalah karena gak mau namaku hanya memenuhi daftar Guru tapi gak bisa datang sermon dan akan mengganggu saja. AKu putuskan mengundurkan diri. SAtu yang aku selalu bilang ma diriku. Aku gak akan pernah bilang suatu saat nanti bahwa aku pernah mengajar KAKR Bandung Pusat dulu. Aku selalu ingin bilang, waktu aku keluar dari pelayanan KAKR BAndung Pusat, sudah aku tinggalkan adik-adik PA ku untuk melanjutkan apa yang sudah aku kerjakan selama ini di KAKR. Waktu itu ada 3 orang adik PA yang masih melayani di KAKR.
Sekarang bagaimana dengan PERMATA. Akupun rindu sekali suatu saat akan bilang, kalau aku meninggalkan orang-orang untuk melanjutkan apa yang sudah aku kerjakan di PERMATA. Waktuku tinggal 1 tahun lagi mempersiapkannya. AKu harus sudah mulai bergerak dan banyak berdoa untuk ini. Ya... banyak berdoa, Nom.
Apa yang mesti dilakukan supaya ada yang ditinggalkan di PERMATA. Selama ini energiku lebih banyak habis untuk berjuang dan bertahan di PERMATA, dan sedikit energi yang digunakan untuk berbuat di PERMATA. Sudah saatnya
Subscribe to:
Posts (Atom)