Wednesday, November 12, 2014

Aku mendapatkan semangat untuk menulis....

Bekerja malam-malam begini dan menerima email seperti ini.. Hanya membuatku kembali kepada Penciptaku...
** Teringat sedang hamil jemy datang ke Seminar International di Lampung dan dengan biaya sendiri (tiket pesawat, dll) karena tidak didukung oleh STMIK Neumann untuk mempresentasikan paper ini. Untuk ada kak Susan Ginting yang memberikan tumpangan di Lampung.
Oh..Jemy, kam kawani dulu mama ya nakku. Je, kayaknya mama nggak tertarik membalas email ini nakku. Daripada riset sekarang mama mau jadi praktisi aja lah ya nak. Biarlah mama tetap sesemangat dulu ya nakku. tettap memberikan sentuhan semangat disemua yang dikerjakan.
Jemy, Tuhan punya rencana yang besar sama ndu nakku. Mama ingat banget mama mau fokus lanjut S3 dan ngajuin mendapatkan beasiswa kursus bahasa Inggris yang ditawarkan DIKTI saat itu supaya setelah itu bisa mudah mendapatkan beasiswa pendidikan lanjut S3 dari DIKTI. Iya.. kalo memang jadi dosen harus sampai S3, itu pikiran mama. Kalo kemarin berhasil beasiswa kursus bahasanya, mama harus 10 bulan ke Bandung belajar. Ternyata mama tidak dapat rekomendasi dari bos mama nakku. Saat itu biar dapat selembar surat rekomendasi, mama bilang gak papa saya keluarkan sendiri biaya pesawat ke bandung. Gak nyusahi kampus. Tapi gak berhasil mama mendapatkan surat itu nakku.
Sebulan setelah kejadian itu, ternyata mama sudah mengandung Jeremy. Mama mensyukuri kegagalan ikut ke Bandung itu nakku. Mama pikir kalau tadi mama lulus dan kursus di Bandung 10 bulan, akan sangat sulit bagi mama kalo sedang mengandung jeremy dan jauh dari rumah.
Je, mama sangat sayang samandu nakku. Selama kam dalam kandungan, mama mendapatkan SP-1. Setelah mama menyusui kam, mama mendapatkan SP-2 dan SP- 3 nakku. Semua proses itu mama lalui bersama Jemi. Mama nggak mau stress Je. Mama nggak mau kam ikutan stress pula. Melalui semua itu kita selalu mencoba bersenang-senang.
Jemy, arah hidup mama jadi berubah nakku. Mama pikir jalan hidup mama akan jadi dosen di kampus. Sepertinya mulai berubah arah, ada persimpangan jalan yang membawa mama keluar dari jalan dosen itu. Tapi kita tidak tahu di depan nanti jalan yang seperti apa yang Tuhan mau mama jalani. Mama tetap belajar mengandalkan Tuhan. Jemy banyak yang mama mau curhatkan untukndu nakku. Yang pasti, satu harapan mama, kam harus lebih baik dari mama ya nakku.
Sejak dalam kandungan kam sudah memiliki pengalaman banyak nemani mama nakku. Teringat dengan tulisan mama mengenai "Paypal Analysis as e-Payment in The e-Business Development" ini. Jemy, sudah pernah ikut berdiri bersama mama mempresentasikan ini di Seminar Internasional nakku. Jemy, harus lebih baik dari mama ya sayang.
Jemy dan mama tetap harus kembali ke Pencipta. hanya DIA yang tahu sejak semula, untuk apa kita hadir ke dunia ini anakku. Jemy, Tuhan ikut serta di dalam semua situasi yang kita lalui. Dan TUHAN bermaksud membentuk kita dari situas-situasi itu. Juga pastinya membentuk Jemy dari situasi yang mama alami
Mama nggak akan membalas surat yang mama terima ini Je. Tapi email ini sudah membuat mama menoleh ke belakang. Ke jalan-jalan yang kita lalui berdua Je. Surat ini membuat mama bersyukur. Membuat mama berefleksi. Membuat mama kembali menaruh harapan yang baru untuk sebuah semangat "berbuat". Mama nggak mau lagi nulis yang susah-susah untuk riset kayak gitu nakku. Tapi mama mau tetap mengembangkan diri untuk menulis. Biarlah suatu hari nanti ada terbit buku tulisan mama yang bisa berguna bagi banyak orang nakku. Doakan mama yang Jeremy.
I LOVE YOU SO MUCH JEREMY.
---------------------------------------------------------------------------
Dear Nomi Br Sinulingga,
I am a member of the Editorial Board of the international publishing house, LAP Lambert Academic Publishing.
While looking through the STMIK Kristen Neumann Indonesia online repository, a reference to a work authored by you, named "Paypal Analysis as e-Payment in The e-Business Development" caught my attention.
As an international publisher whose aim is to disseminate research to a global audience, we would be especially interested in publishing a complete academic work of yours (a thesis, a dissertation or a monograph) as a printed book.
I would greatly appreciate if you could confirm your interest in receiving a brochure with details about our services.
I am looking forward to hearing from you.
Megan Moore
Acquisition Editor
LAP LAMBERT Academic Publishing is a trademark of OmniScriptum GmbH & Co. KG
Heinrich-Böcking-Str. 6-8, 66121, Saarbrücken, Germany
m.moore (at) lap-publishing . com
www . lap-publishing . com
Handelsregister Amtsgericht Saarbrücken HRA 10356
Identification Number (Verkehrsnummer): 13955
Partner with unlimited liability: OMS Management GmbH
Handelsregister Amtsgericht Saarbrücken HRB 18918
Managing director: Thorsten Ohm (CEO)


Monday, September 29, 2014

Mengajar dengan daya dorong ..!

Pagi ini, aku teringat dengan Prof. Gede Raka yang menjadi dosenku di  mata kuliah Kewirausahaan ketika kuliah S2 di ITB. Prof ini sungguh menginspirasi ketika mengajar. Materi yang dia sampaikan dan gayanya yang tenang tapi memberikan daya dorong sehingga di pertemuan pertama, kami semua seperti sudah mau keluar dari cangkang masing-masing. Pulang kuliah, aku berfikir keras mau melakukan apa sebagai tindakan real dalam mata kuliah kewirausahaan ini.

Pulang dari kampus aku ke kebun kelapa. Disana banyak penjual kripik (oleh-oleh khas Bandung). Aku membeli kripik kepada seorang ibu disana. Sekilo kripik saat itu aku masih ingat harganya Rp 6.000. Aku meminta ke Ibu itu supaya membungkusnya 2 ons dalam satu kemasan (1 kg menjadi 5 bungkus). Ibu itu mau.. Saat itu aku membeli 3 kg kripik singkong (15 bungkus). Kripik itu aku bawa ke asrama PGI Kebun Kawung. Aku tinggal di Asrama Putri PGI Kebun Kawung (Aspri ini sudah tidak ada lagi). Dengan berjuang melawan malu, aku meletakkan kripik itu di ruang tengah tempat nonton TV di asrama. sekalian meletakkan disana  buku tulis dan pulpen, supaya siapa yang membeli kripik bisa mencatat namanya dan jumlahnya.

Jujur saja, setelah meletakkan kripik2 itu di ruang tengah, beberapa hari saya tidak berani lewat ruang tengah karena malu. saya lewat jalan belakang (depan kamar kak Moria Tarigan saat itu). Namun lama kelamaan rasa malu jualan kripik terkikis. Toh positif, halal dan juga ada keuntungan sedikit yang bisa dinikmati. Rasa malu terkikis habis dan urat malu pun sudah putus.

Hari ini aku senang mengingat perjalanan hidup ini. Bersykur sekali mendapat dosen Prof.  Ida I Dewa Gede Raka. Mengajar yang memberikan daya dorong supaya anak didik tergidik untuk melakukan tindakan perubahan. Iya, ini adalah teladan dosen yang harus selalu aku ingat ketika mengajar. "Ada daya dorong membuat perubahan, sehingga anak didik tidak mampu hanya berdiam diri tanpa melakukan sesuatu.

Yah..mengajar walaupun tidak di dalam ruang kelas formal masih akan aku hidupi. Mengajar yang memberi daya dorong kepada peserta didik biarlah bertumbuh juga di dalam aku. BErkati perjalanan hidup hari ini dan ke depannya ya Tuhan...

Teringat masa-masa hidup di Asrama putri PGI dengan menu kangkung setiap hari...dan ini adalah kehidupan yang memandirikan..

Sunday, July 13, 2014

Penawaran tur bulan Juli 2014


Jalani dan nikmati proses hidup..


“ada masanya” sebagian ulat berfikir bahwa mereka telah mati. Saat mereka terbungkus dalam kepompongnya, terkubur oleh semua kotorannya. Kalo kepompong itu dibuka, ulat tidak ada lagi di dalam. Yang ada benda yang lengket, dan ulat dan kebanyakan orang berfikir itu kematian. Namun sebenarnya itu awal untuk berubah. Ulat itu dalam proses berubah dari satu mahluk menjadi mahluk lain. “Seekor kupu-kupu”.

Apapun yang sedang kita alami dan jalani...janganlah melihat itu sebagai satu akhir. Itu masih awal untuk sesuatu yang baru dan sering sekali lebih indah. Bersabarlah melalui prosesnya..dan semua akan menjadi lebih baik.
Apakah ulat kecil yang sedang ada di tanah mengetahui kalau ada ulat yang sudah menjadi kupu-kupu? atau ulat bisa jaddi kupu2.
Namun kupu-kupu jauh lebih bebas dari seekor ulat. Kupu-kupu bisa terbang. Kupu-kupu lebih cantik. kupu-kupu menjadi lebih bebas..

Jalani proses semuanya, dan waktunya akan tiba, kesuksesan memberi banyak kebebasan dalam hidu.

Thursday, May 15, 2014

Tur Lombok - Bali 5 Hari 4 Malam

Bahagia rasanya karena tur ke Lombok dan Bali sudah selesai. Perjalanan i
ni menjadi perjalanan yang every day is wonderful day bagiku. Mulai dari keberangkatan ke Bali dari Jakarta yang naik TIger dan lanjut dari Denpasar ke Lombok naik Lion (itu tiket pesawat yang dibeli). Namun berubah menjadi naik Garuda Indonesia dari Denpasar ke Lombok. Itu adalah pekerjaan Tuhan. Kami sampai di Lombok 6 Mei jam 8 malam. Dijemput oleh Erwin supir yang sudah kita pesan. Langsung makan malam dekat Bandara International Lombok (BIL) dan lanjut diantar cek in penginapan di Senggigi.

Bagi saya hari itu sangat menyenangkan. Penginapan juga enak, aman dan asri serta pegawainya ramah dan baik. Setelah istirahat jam 11 malam, jam 3 pagi bang Nico membangunkan kami semua. Kaget mendengar ibu Dk. Akor Tarigan meninggal dan Beliau harus kembali ke Medan. Taxi sudah menunggu. Ternyata dari jam 2 dini hari, kila ini sudah sibuk telponan dan siap-siap pulang. Sudah dipanggil taxi untuk mengantarkan beliau ke Bandara. Dan setelah siap semua, baru kami dibangunkan. Kami berkumpul di kamar mereka dan berdoa untuk memberangkatkan Dk. Akor ke Medan.

Hari berlalu dengan banyak hal yang tidak mampu kami pikirkan. Aku merasakan Tuhan sangat dekat dengan kami di perjalanan tur ini. Sarapan pagi di depan lobby resepsionis hotel, menyadarkan kami kalo yang menginap di penginapan itu lebih banyak bule nya. bule-bule nya masih muda-muda. wisatawan lokal saat sarapan pagi itu hanya kami.
Ketika sarapan belum selesai, supir si Erwin dan Bowo sudah sampai di penginapan. Rute hari ini seharian : Gili Trawangan, belanja, dan bertemu dengan arisan orang Karo yang ada di Lombok.


Foto dulu sebelum snorkling di Gili Trawagan Lombok

Snorkling di Gili Trawangan menurutku tidak seindah ketika aku snorkling di Pantai Gapang Sabang 8 tahun yang lalu. Apakah pemandangan taman laut Pulau Weh masih seindah dulu? aku nggak tahu. Sepertinya perlu dijadwalkan untuk tur ke Sabang Indonesia.

Pertemuan dengan Arisan Karo di Lombok
Merayakan ulang tahun Pdt. J Keliat di pertemuan dengan arisan orang Karo di Lombok

Pertemuan dengan orang Karo yang ada di Lombok menjadi satu warna indah tersendiri bagi kami. Mereka sangat ramah dan menjamu kami makan malam. Persis hari itu juga adalah hari ulang tahun Pdt. J. Keliat. Makasih banyak untuk adik Ika Bangun sekretaris arisan orang Karo yang ada di Lombok yang banyak membantu kami.

Hari ke-3 di Lombok kami mengunjungi Pantai Kuta dan Kampung Sade (suku sasak asli yang masih primitif). Mereka mempertahankan adat istiadatnya dan rumah mereka masih beratap daun jerami. Lantai rumah mereka masih terbuat dari kotoran kerbau.

Pantai Kuta di Lombok
Perkampungan suku Sasak
Berfoto di rumah suku sasak
Selesai dari kampung Sade, kami langsung ke BIL dan melanjutkan penerbangan ke Denpasar.
Sampai di Denpasar sudah sore, makan malam dan langsung cek in penginapan dan rapat sampe jam 1 pagi.

Hari 1 di Bali rute perjalanannya : Pantai Kuta, Legian, Nusa Dua, Makan siang, GWK (Garuda Wisnu Kencana), Dreamland, Uluwatu, nonton kecak di Uluwati dan makan malam di Jimbaran.


Pantai Kuta Bali


Nusa Dua Bali
Nusa Dua Bali
Gapura Tanah Lot
Tanah lot
Dua malam dan dua hari di Bali. Kembali ke Medan tanggal 10 Mei 2014.
Setelah 6 tahun nggak ke Bali, ini adalah ke Bali yang pertama lagi. Setelah ini mungkin akan sering ke Bali.

Tuhan berkati usaha kami. Terutama ketika kami orang muda rindu bekerjasama dan menyatukan kekuatan. Buat supaya kami rendah hati dan saling memahami. Supaya kami juga bisa membuktikan kalo orang Karo bisa kok bekerjasama.

Joh.Je Tour & Travel.
6 - 10 Mei 2014, Lombok - Bali