Traveling. Sesuatu yang sangat menyenangkan untuk dilakukan. Rasanya semangat melipat ganda dua kali seusai melakukan traveling. Karena modal yang terbatas, traveling selalu dilakukan dengan cara ekonomis dan membeli tiket pada saat promo. Kalo tiket sudah ditangan, susah untuk membatalkan niat traveling dengan alasan apapun. Hal ini membuat, pada saat 6 bulan pun aku masih melakukan perjalanan ada dua kali. Hamil anak pertama, melakukan perjalanan Medan - KL - Bangkok - KL - Medan. Ketika jeremy (anak kedua) dalam kandungan usia 6 bulan, kami melakukan perjalanan Medan - KL - Manila - KL - Medan. Jadi gak akan heran kalo kedua jagoanku ini sangat senang jalan-jalan.
Kawan-kawan dan keluarga sering minta tolong dicarikan tiket murah pada saat promo. Berburu tiket murah berjam-jam di internet tidak membosankan bagiku. Saat big sale air asia, begadang untuk mendapatkan tiket murah sudah hal yang biasa bagiku. Rasanya puas sekali kalo berhasil membeli tiket murah semurah-murahnya.
Bahkan ketika tiket pesawat dijual murah...rasanya sedih sekali kalo tidak membeli tiket-tiket murah itu. Karena itu sering sekali membelikan tiket untuk orang lain. Selain tiket promo, keluarga ku akhirnya sering meminta mencarikan tiket apasaja ke aku lewat internet di web semua maskapai penerbangan untuk dibandingkan dan kemudian mencoba mendapatkan harga paling murah.
Bersyukur sekali, sejak Februari 2013, aku membeli francise sebuah tour n travel untuk 3 tahun. Membeli francise ini membuat aku memiliki login ke maskapai penerbangan nasional. Aku bisa menjual tiket dengan mendapatkan komisi dari penerbangannya langsung yang dipotong uang administrasi dan 20% oleh tempat yang aku beli francise nya. Tidak mengapalah.. hal ini lebih menguntungkan daripada beli lansung ke web maskapai tanpa login agen.
Dari februari sampai hari ini ternyata ada aja kawan-kawan yang membeli tiket pesawat. Bersyukur untuk hal ini. Hobby jalan-jalan kini bisa dikembangkan dengan sekalian membawa group tur dengan harga ekonomis. Untuk punya identitas lebih jelas, maka usaha sampingan ini dibuat namanya Joh.Je Tour n Travel. Joh dalam bahasa Karo artinya disana dan Je artinya disini. Selain itu Joh diambil dari nama anakku yang pertama : JOrdan Hanael dan Je dari nama sibontot JEremy.
BErharap ke depannya Joh.Je Tour & Travel bisa tumbuh dan berkembang...supaya tiga tahun mendatang setelah habis francise ini, Joh.Je sudah mandiri dan bisa punya login sendiri ke semua maskapai penerbangan.
Tuhan memberkati Joh.Je yang hari ini 12 Juli 2013 mencoba membuat page di FB.. pelan-pelan berharap page Joh.Je bisa tumbuh dan berkembang...
Friday, July 12, 2013
Tuesday, April 30, 2013
Reksadana
Sudah setahun ini kami berinvestasi dengan membeli reksadana. Dengan sebuah komitmen untuk membuat sebuah investasi jangka panjang sebagai persiapan biaya pendidikan anak-anak. Jujur saja, kalau hal ini kami mulai dengan satu pemikiran supaya kita tidak tertinggal dengan kawan-kawan yang di Jakarta. Di Medan saya tidak memiliki komunitas yang sering berdiskusi mengenai investasi. Namun di group-group BB yang penghuninya adalah kawan-kawan masa kuliah di Bandung dulu, topik diskusi investasi baik yang jangka pendek, menengah dan panjang adalah hal yang biasa.
Mengikuti diskusi yang sering terjadi tanpa mengetahui harus nimbrung bilang apa. Aku sering hanya membaca dan mensharingkannya dengan abang. Senangnya, bapak Jordan pun terbuka dengan peluang-peluang berinvestasi ini. Diskusi dengan kawan, si Hexa, suatu waktu melalui chat FB. Dia menjelaskan supaya sebagai pemula kami mulai dengan reksadana. Dia menyarankan aku ke Panin dan pilih maksima. Beberapa hari setelah diskusi itu, berdua dengan bapak Jordan, kami ke Panin sekuritas. Kami mendapat penjelasan dengan produk-produk reksadana yang mereka tawarkan. Kami memilih dua produk yaitu bersama plus dan maksima.
Sudah setahun, dan sampai tiga hari kemarin aku masih rajin men-top up akun bapak Jordan, karena reksadana yang kami beli atas nama bang Abdi. Puji Tuhan, setelah setahun berinvestasi di reksadana, kenaikan investasi kami rata-ratanya sudah mencapai 24,48 % hari ini.
Bersyukur karena sudah memulai sesuatu yang bukan biasa bagi orang-orang dekat kami saat ini. berharap investasi ini bisa menjadi biaya pendidikan Jordan dan Jeremy di masa yang akan datang..
Mengikuti diskusi yang sering terjadi tanpa mengetahui harus nimbrung bilang apa. Aku sering hanya membaca dan mensharingkannya dengan abang. Senangnya, bapak Jordan pun terbuka dengan peluang-peluang berinvestasi ini. Diskusi dengan kawan, si Hexa, suatu waktu melalui chat FB. Dia menjelaskan supaya sebagai pemula kami mulai dengan reksadana. Dia menyarankan aku ke Panin dan pilih maksima. Beberapa hari setelah diskusi itu, berdua dengan bapak Jordan, kami ke Panin sekuritas. Kami mendapat penjelasan dengan produk-produk reksadana yang mereka tawarkan. Kami memilih dua produk yaitu bersama plus dan maksima.
Sudah setahun, dan sampai tiga hari kemarin aku masih rajin men-top up akun bapak Jordan, karena reksadana yang kami beli atas nama bang Abdi. Puji Tuhan, setelah setahun berinvestasi di reksadana, kenaikan investasi kami rata-ratanya sudah mencapai 24,48 % hari ini.
Bersyukur karena sudah memulai sesuatu yang bukan biasa bagi orang-orang dekat kami saat ini. berharap investasi ini bisa menjadi biaya pendidikan Jordan dan Jeremy di masa yang akan datang..
Saturday, March 16, 2013
sudah lama nggak ikut seminar begini
lagi di seminar cloud computig dengan pembicara pak onno w purbo di gedung uniland. Jarang-jarang ada seminar seperti ini di Medan. Aku jadi teringat masa-masa di Bandung dulu. Seminar sangat biasa diikuti sekelas seperti ini.
Hadir di seminar ini harus aku ambil hal yang positif. Yang pertama ingin memberikan waktu khusus untuk memperbaharui wawasan dan pengetahuan lebih lagi ttg IT. Sudah lama nggak belajar dengan serius.
Ayoo Nom.. BELAJAR !
Membakar semangat supaya belajar lagi dan segera mempersiapkan diri jadi mahasiswa lagi.
Uniland Building, Medan, 16 March, 2013
Thursday, January 17, 2013
Packing
16 Januari 2013 akan berakhir, dan sudah masuk ke 17 Januari 2013. Tanggal ini sudah lama di nanti2 mahasiswa-mahasiswiku. Aku belum packing juga untuk perjalanan tanggal 17 - 21 Januari 2013 ini. Tunda sebentar tidur supaya besok enggak buru-buru kali.
Ini kan menjadi pengalaman yang indah dan berarti bagiku dan bagi mahasiswaku. Namun cukup berat bagiku, karena harus berpisah untuk 4 malam dengan Jordan, Jemi dan pak Jor. Hmm..pasti nanti mamak kangen kali sama kalian nakku. Terima kasih mau menjaga anak-anak ya papa..
Berharap perjalanan ke Kuala Lumpur ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan ke depan bagiku, bagi mahasiswaku dan juga bagi STMIK NEumann...
Ku lanjutkan dulu packingnya ya...
Tuhan memberkati kita
Ini kan menjadi pengalaman yang indah dan berarti bagiku dan bagi mahasiswaku. Namun cukup berat bagiku, karena harus berpisah untuk 4 malam dengan Jordan, Jemi dan pak Jor. Hmm..pasti nanti mamak kangen kali sama kalian nakku. Terima kasih mau menjaga anak-anak ya papa..
Berharap perjalanan ke Kuala Lumpur ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan ke depan bagiku, bagi mahasiswaku dan juga bagi STMIK NEumann...
Ku lanjutkan dulu packingnya ya...
Tuhan memberkati kita
Monday, December 24, 2012
Malam Natal 2012
Dirumah melewati malam natal bersama dua jagoan cilikku. Dibantu Uli untuk menjaga Jordan. Sementara Jeremy aku gendong ketika malam sudah menyelimuti kota Medan. Dia menangis kalau diletakkan. Dia ingin di dekap dan bersembunyi di balik kain gendong. Malam natal sedang berlangsung. Kami berempat di rumah sementara bibik pergi ke gereja. Bulang dan bapak Jordan ke Siantar dan sudah berangkat sejak pukul 10.30 dari rumah hari ini.
Jordan tumbuh semakin aktif. Dan dia benar-benar sangat ingin diwujudkan semua yang dia mau. Kami orang tua harus lebih bijak lagi mendidik anak ini. Kalo dilarang dia suka menangis, dan sering juga langsung tiduran di lantai (saya tidak berani bilang guling-guling dilantai).
Tidak mengikuti kebaktian malam natal di gereja, adalah satu bentuk perjalanan hidup saat ini. Kondisi yang memang menyulitkan kalo dipaksakan mengikuti kebaktian malam natal. Suatu proses hidup yang aku lalui punya anak usia 2 tahun dan usia 2 bulan. Di rumah lebih baik daripada ke gereja. Namun penghayatan natal tidak ingin aku lalukan begitu saja. Bapak Jordan sedang ke Siantar, karena bulang Jordan melayani disana. Saya bersyukur sekali abang mau mengantar kila. Kita masih muda dan sudah kewajiban kita lah menjaga orang tua. Biarlah hal ini juga indah bagi orang tua kita.
Thema kebaktian malam natal kali ini di GBKP adalah "Natal yang membebaskan". Apakah aku sudah menjadi orang yang bebas? Hanya di dalam Kristus aku hidup maka aku adalah orang yang bebas. Pembebasan yang paling penting adalah, ketika kuasa dosa tidak berkuasa lagi di dalam aku. Aku sudah menjadi orang yang merdeka.
Sebagai orang yang sudah bebas. Aku ingin hidup lebih berarti lagi. Hidup menyenangkan hati Tuhan. Tentunya mulai mewujudkannya dengan hidup sebagai istri yang takut akan Tuhan. Hidup sebagai ibu yang berhikmat dalam mendidik anak dan menjadi teladan bagi anak-anak. Tidak ada kekuatanku untuk bisa mendidik Jordan dan Jeremy. Namun aku akan selalu belajar mengandalkan Tuhan.
Sebagai orang yang sudah ditebus dan dibebaskan. Tujuan hidupku adalah hanya menyenangkan hati Tuhan. Menjalani proses kehidupan ini dengan penuh ucapan syukur. Seperti malam ini, sangat bersyukur tidak bisa mengikuti kebaktian malam natal, karena memiliki dua jagoan cilik yang tidak bisa ditinggalkan dan tidak bisa dibawa kebaktian.
Tuhan berkati anak-anakku. berkati keluargaku.
Jordan tumbuh semakin aktif. Dan dia benar-benar sangat ingin diwujudkan semua yang dia mau. Kami orang tua harus lebih bijak lagi mendidik anak ini. Kalo dilarang dia suka menangis, dan sering juga langsung tiduran di lantai (saya tidak berani bilang guling-guling dilantai).
Tidak mengikuti kebaktian malam natal di gereja, adalah satu bentuk perjalanan hidup saat ini. Kondisi yang memang menyulitkan kalo dipaksakan mengikuti kebaktian malam natal. Suatu proses hidup yang aku lalui punya anak usia 2 tahun dan usia 2 bulan. Di rumah lebih baik daripada ke gereja. Namun penghayatan natal tidak ingin aku lalukan begitu saja. Bapak Jordan sedang ke Siantar, karena bulang Jordan melayani disana. Saya bersyukur sekali abang mau mengantar kila. Kita masih muda dan sudah kewajiban kita lah menjaga orang tua. Biarlah hal ini juga indah bagi orang tua kita.
Thema kebaktian malam natal kali ini di GBKP adalah "Natal yang membebaskan". Apakah aku sudah menjadi orang yang bebas? Hanya di dalam Kristus aku hidup maka aku adalah orang yang bebas. Pembebasan yang paling penting adalah, ketika kuasa dosa tidak berkuasa lagi di dalam aku. Aku sudah menjadi orang yang merdeka.
Sebagai orang yang sudah bebas. Aku ingin hidup lebih berarti lagi. Hidup menyenangkan hati Tuhan. Tentunya mulai mewujudkannya dengan hidup sebagai istri yang takut akan Tuhan. Hidup sebagai ibu yang berhikmat dalam mendidik anak dan menjadi teladan bagi anak-anak. Tidak ada kekuatanku untuk bisa mendidik Jordan dan Jeremy. Namun aku akan selalu belajar mengandalkan Tuhan.
Sebagai orang yang sudah ditebus dan dibebaskan. Tujuan hidupku adalah hanya menyenangkan hati Tuhan. Menjalani proses kehidupan ini dengan penuh ucapan syukur. Seperti malam ini, sangat bersyukur tidak bisa mengikuti kebaktian malam natal, karena memiliki dua jagoan cilik yang tidak bisa ditinggalkan dan tidak bisa dibawa kebaktian.
Tuhan berkati anak-anakku. berkati keluargaku.
Monday, December 17, 2012
Selamat Ulang Tahun yang ke-2 Jordan
Hari ini bangun pagi, Jordan sudah disambut kue ulang tahunnya yang ke-2. Ketika kue lagi dibawa dari dapur ke ruang tengah, gerbang depan terdengar berderik karena didorong. Bapak Jordan buka pintu, dan yang datang adalah bulang dan iting dari Kabanjahe. Pas banget, kita mau potong kue.
Bagiku sangat tidak terasa, Jordan sudah berusia dua tahun. Rasanya baru kemarin melahirkan dia... Lupa semua kesulitan dalam membesarkan Jordan dua tahun ini. Dia tumbuh sehat dan sangat aktif. Rasa ingin tahunya besar sekali. Semoga kami orang tua, bisa mendidik dan mengarahkan Jordan supaya tumbuh baik dan mencintai Tuhan dan sesama.
Selamat ulang tahun ya nakku... Sehat2 dan makin mengasihi Tuhan, Kakek2 dan Nenek2ndu, mamak dan bapak, adik dan sesama manusia.
Tuesday, December 04, 2012
Jeremy EzequiEL Keliat
Hidung pesek, rambut hitam tebal, pipi montok, kulit kemerahan dan mata terbuka sipit. Ku pangku setelah aku lebih sadar dan efek obat bius tinggal sisa di tubuhku. Jam 8 pagi kami sudah berangkat ke RSIA Sri Ratu Medan. 18 Oktober 2012, pukul 10 setelah menjalani semua proses persiapan masuk operasi, aku sudah terbaring di meja operasi. Pembiusan dilakukan lokal, dan obat bius dimasukkan ke tubuhku lewat tulang belakang, AKu meringkuk, lutut bertemu dagu seperti janin di dalam kandungan saat obat bius itu disuntikkan. Baru beberapa saat, kakiku sudah kebas dan tidak merasakan sakit lagi.
Dalam keadaan sadar, mendengar pembicaraan dokter dan perawat di ruangan itu, tiba-tiba sudah kudengar suara tangisan. Mungkin masih sekitar 15 menit sejak aku disuntik tadi. Tapi pastinya aku enggak tahu, itu hanya perasaanku saja. Setelah itu mereka yang di ruang operasi masih bercakap-cakap..dan tangisan itu menjauh dari sekelilingku. MAsih lebih lama lagi aku tetap berbaring di meja operasi itu, sampai akhirnya seorang bayi didekatkan ke wajahku. Ku cium si kecil yang sudah ada bersama aku selama sembilan bulan ini. Seorang anak laki-laki yang saat itu masih samar wajahnya bagiku. Masih berbaring di meja operasi, aku dengar teriakan perawat diluar, "bayi ibu Nomi, mana keluarganya?"
Aku menangis sambil mengucap syukur, karena proses persalinan yang dilakukan dengan sectio sudah berjalan dengan baik. Saat di dorong ke ruang operasi, aku sedikit takut dan stress menghadapi operasi yang aku jalani. Syukur, sudah bisa dilalui.
Hidungnya pesek, dan wajahnya sangat lucu sekali. Kutatap sikecil ketika pertama di bawa setelah aku sudah dipindahkan ke ruangan. Aku senyum melihat wajahnya. Banyak mimpi dan kenangan terlintas ketika ku peluk dia. Bulan terakhir dia berada di kandungan, aku sudah sangat mudah capek. Jujur saja, hamil anak kedua ini lebih sulit bagiku dibanding hamil anak pertama, Jordan HanaEL Keliat. aku lebih mudah capek sedangkan mengandung Jordan, aku masih bisa tetap aktif sampai sehari sebelum masuk rumah sakit. Tapi kehamilan kali ini, ku percepat cuti sebelum waktu melahirkan tiba.
Sembilan bulan bersama, dia ada di dalam tubuhku. Namun dia bukan aku. Saat usianya empat bulan di dalamku, dia sudah ikut ke Vietnam. Mei 2012 tadi aku bersama bang Abdi dan kak Liana jalan-jalan ke Hanoi dan dia ikut serta. Usia enam bulan di dalam rahimku, dia sudah ikut ke Philipina. Juli 2012, kami berlima (bulang, Karo Jordan, bapak, mamak dan Jordan) jalan-jalan ke Philipina. Dia sudah ikut serta kesana.
Dia terlahir dengan berat 3400 Gram dan panjang 46 cm. Suster anak bilang suatu sore di rumah sakit, kalo dia cerewet sekali. mendengar itu, aku hanya senyum dan setuju dengan anakku. Kalo haus atau lapar, tepatlah kalo dia cerewet minta perhatian. kalo ada yg tidak pas dan tidak benar, enggak papa protes nakku.
Malam ini, ketika aku menulis di blog ini, usianya sudah 1,5 bulan. beratnya sudah 5400 Gram. Sehat-sehat selalu dan cepat besar ya anakku sayang, Jeremy EzequiEL Keliat..
Monday, September 17, 2012
Pendidikan yang aneh...
Menjadi dosen di Medan bagiku tidak mudah. Bukan karena tantangan mengajar yang berat sehingga perlu waktu banyak untuk mempersiapkan diri dengan baik supaya PD ketika mengajar. Bukan itu yang terjadi di Medan.
Di Medan ini, ada kampus yang menerapkan disiplin salah kaprah menurutku. Ada kampus yang sangat gampangan sehingga mahasiswa yang tidak mau mendapat sedikit tantangan akan pindah ke kampus-kampus gampangan seperti itu.
Entah mau jadi apa lulusan Sarjana kota Medan ini ? Pendidikan yang mereka dapatkan tidak benar2 meresap dalam perkembangan kognitif mereka. Yang dicari hanya selembar ijazah.
Kampus -kampus melihat peluang ini dan dengan mudah mengambil kesempatan dengan memberikan ijazah dengan begitu gampangnya.
Tantangan sendiri untuk tetap berdiri kokoh dan teguh pada prinsip bahwa pendidikan itu adalah memerdekakan. Membebaskan yang bodoh menjadi orang-orang yang berwawasan dan berani menantang hidup. Membebaskan si miskin dengan memberikan keterampilan kepada mereka untuk memajukan kehidupannya. Membebaskan si penakut dengan menambah keberanian dalam dirinya karena wawasan dan logika yang berkembang dan siap untuk menghadapi apapun yang di depan mata dengan akal sehat. Membebaskan si terikat akan apapun menjadi orang-orang yang mandiri.
Bukankah ajaran Alkitab sangat sejalan dengan pendidikan yang membebaskan ini ? Membebaskan dan memerdekakan. Sehingga manusia dalam kemerdekaannya dalam TUHAN akan bebas untuk memajukan kehidupannya.
Bagaimana dengan kondisi pendidikan saat ini ? Terkhusus di kota Medan ? Pendidikan menjadi pembelenggu. Pendidikan menumbuhan rasa takut. Pendidikan yang seharusnya mendewasakan malah mulai mengerdilkan pribadi yang dididik.
Aneh memang...dan aku ikut di dalam tanpa bisa berbuat apa-apa. Sampai saat ini aku merasa tidak bisa berbuat apa-apa dengan sistem pendidikan yang aneh ini. Namun bersyukur karena dalam hati dan pikiranku, aku masih selalu mencoba berjuang untuk mendorong mahasiswa yang takut supaya berani. Memback-up mahasiswa yang lambat biar cepat. Membuat mahasiswa yang tidak tahu menjadi tahu.... Serta memotivasi yang mudah putus asa menjadi panjang asa.
Tiba waktunya aku yakin akan melihat buahnya.
Sudah tidak ada sebulan lagi, aku akan cuti melahirkan. Menghidupi kehidupan yang off dari kampus, akan menjadi momen yang indah dan baik untuk merefleksikan kembali mengenai pendidikan yang aneh2 ini dan apa yang bisa dilakukan ke depannya...
Aku percaya sampai saat ini, TUHAN tetap membantu aku. Yang mau menjatuhkan biarlah TUHAN sendiri yang berperkara. Yang sedang mencari-cari kesalahan, TUHAN sendiri yang akan menghakiminya. Yang suka mempersulit, biar TUHAN sendiri yang akan mempersulit dia.
TUHAN tidak tutup mata...dan melihat semua yang terjadi...
Di Medan ini, ada kampus yang menerapkan disiplin salah kaprah menurutku. Ada kampus yang sangat gampangan sehingga mahasiswa yang tidak mau mendapat sedikit tantangan akan pindah ke kampus-kampus gampangan seperti itu.
Entah mau jadi apa lulusan Sarjana kota Medan ini ? Pendidikan yang mereka dapatkan tidak benar2 meresap dalam perkembangan kognitif mereka. Yang dicari hanya selembar ijazah.
Kampus -kampus melihat peluang ini dan dengan mudah mengambil kesempatan dengan memberikan ijazah dengan begitu gampangnya.
Tantangan sendiri untuk tetap berdiri kokoh dan teguh pada prinsip bahwa pendidikan itu adalah memerdekakan. Membebaskan yang bodoh menjadi orang-orang yang berwawasan dan berani menantang hidup. Membebaskan si miskin dengan memberikan keterampilan kepada mereka untuk memajukan kehidupannya. Membebaskan si penakut dengan menambah keberanian dalam dirinya karena wawasan dan logika yang berkembang dan siap untuk menghadapi apapun yang di depan mata dengan akal sehat. Membebaskan si terikat akan apapun menjadi orang-orang yang mandiri.
Bukankah ajaran Alkitab sangat sejalan dengan pendidikan yang membebaskan ini ? Membebaskan dan memerdekakan. Sehingga manusia dalam kemerdekaannya dalam TUHAN akan bebas untuk memajukan kehidupannya.
Bagaimana dengan kondisi pendidikan saat ini ? Terkhusus di kota Medan ? Pendidikan menjadi pembelenggu. Pendidikan menumbuhan rasa takut. Pendidikan yang seharusnya mendewasakan malah mulai mengerdilkan pribadi yang dididik.
Aneh memang...dan aku ikut di dalam tanpa bisa berbuat apa-apa. Sampai saat ini aku merasa tidak bisa berbuat apa-apa dengan sistem pendidikan yang aneh ini. Namun bersyukur karena dalam hati dan pikiranku, aku masih selalu mencoba berjuang untuk mendorong mahasiswa yang takut supaya berani. Memback-up mahasiswa yang lambat biar cepat. Membuat mahasiswa yang tidak tahu menjadi tahu.... Serta memotivasi yang mudah putus asa menjadi panjang asa.
Tiba waktunya aku yakin akan melihat buahnya.
Sudah tidak ada sebulan lagi, aku akan cuti melahirkan. Menghidupi kehidupan yang off dari kampus, akan menjadi momen yang indah dan baik untuk merefleksikan kembali mengenai pendidikan yang aneh2 ini dan apa yang bisa dilakukan ke depannya...
Aku percaya sampai saat ini, TUHAN tetap membantu aku. Yang mau menjatuhkan biarlah TUHAN sendiri yang berperkara. Yang sedang mencari-cari kesalahan, TUHAN sendiri yang akan menghakiminya. Yang suka mempersulit, biar TUHAN sendiri yang akan mempersulit dia.
TUHAN tidak tutup mata...dan melihat semua yang terjadi...
Subscribe to:
Posts (Atom)

