Menjadi dosen di Medan bagiku tidak mudah. Bukan karena tantangan mengajar yang berat sehingga perlu waktu banyak untuk mempersiapkan diri dengan baik supaya PD ketika mengajar. Bukan itu yang terjadi di Medan.
Di Medan ini, ada kampus yang menerapkan disiplin salah kaprah menurutku. Ada kampus yang sangat gampangan sehingga mahasiswa yang tidak mau mendapat sedikit tantangan akan pindah ke kampus-kampus gampangan seperti itu.
Entah mau jadi apa lulusan Sarjana kota Medan ini ? Pendidikan yang mereka dapatkan tidak benar2 meresap dalam perkembangan kognitif mereka. Yang dicari hanya selembar ijazah.
Kampus -kampus melihat peluang ini dan dengan mudah mengambil kesempatan dengan memberikan ijazah dengan begitu gampangnya.
Tantangan sendiri untuk tetap berdiri kokoh dan teguh pada prinsip bahwa pendidikan itu adalah memerdekakan. Membebaskan yang bodoh menjadi orang-orang yang berwawasan dan berani menantang hidup. Membebaskan si miskin dengan memberikan keterampilan kepada mereka untuk memajukan kehidupannya. Membebaskan si penakut dengan menambah keberanian dalam dirinya karena wawasan dan logika yang berkembang dan siap untuk menghadapi apapun yang di depan mata dengan akal sehat. Membebaskan si terikat akan apapun menjadi orang-orang yang mandiri.
Bukankah ajaran Alkitab sangat sejalan dengan pendidikan yang membebaskan ini ? Membebaskan dan memerdekakan. Sehingga manusia dalam kemerdekaannya dalam TUHAN akan bebas untuk memajukan kehidupannya.
Bagaimana dengan kondisi pendidikan saat ini ? Terkhusus di kota Medan ? Pendidikan menjadi pembelenggu. Pendidikan menumbuhan rasa takut. Pendidikan yang seharusnya mendewasakan malah mulai mengerdilkan pribadi yang dididik.
Aneh memang...dan aku ikut di dalam tanpa bisa berbuat apa-apa. Sampai saat ini aku merasa tidak bisa berbuat apa-apa dengan sistem pendidikan yang aneh ini. Namun bersyukur karena dalam hati dan pikiranku, aku masih selalu mencoba berjuang untuk mendorong mahasiswa yang takut supaya berani. Memback-up mahasiswa yang lambat biar cepat. Membuat mahasiswa yang tidak tahu menjadi tahu.... Serta memotivasi yang mudah putus asa menjadi panjang asa.
Tiba waktunya aku yakin akan melihat buahnya.
Sudah tidak ada sebulan lagi, aku akan cuti melahirkan. Menghidupi kehidupan yang off dari kampus, akan menjadi momen yang indah dan baik untuk merefleksikan kembali mengenai pendidikan yang aneh2 ini dan apa yang bisa dilakukan ke depannya...
Aku percaya sampai saat ini, TUHAN tetap membantu aku. Yang mau menjatuhkan biarlah TUHAN sendiri yang berperkara. Yang sedang mencari-cari kesalahan, TUHAN sendiri yang akan menghakiminya. Yang suka mempersulit, biar TUHAN sendiri yang akan mempersulit dia.
TUHAN tidak tutup mata...dan melihat semua yang terjadi...
Monday, September 17, 2012
Sunday, September 16, 2012
Menghitung hari...
16 September 2012 akan berakhir sebentar lagi. Pinggangku sudah mulai sering sekali sakit dan pegal-pegal. Berat badan naik luar biasa dan aku malu menyebutkannya. Yang pasti setelah nanti melahirkan adik Jordan ingin rasanya berjuang menurunkan berat badan. Tentunya cara yang utama adalah berjuang memberikan asi ekslusif untuk si buah hati.
Kandunganku sudah masuk bulan ke-9 . Tinggal menghitung hari lagi untuk menjalani proses persalinan. Dokter Kandungan menyuruh aku datang awal bulan oktober dan disitu nanti ditentukan kapan tanggal aku akan melahirkan. Awal bulan ini ke dokter, beliau bilang aku akan melahirkan dengan operasi sesar. Dan akan ditentukan tanggalnya setelah aku datang sekali lagi bulan Oktober. Aku sih manggut-manggut aja dan iya aja. Aku tidak bertanya kenapa aku harus operasi dan tidak normal saja. Jujur, sejak awal aku juga sudah mempersiapkan diri untuk melahirkan dengan operasi.
Senang rasanya menunggu kelahiran adik Jordan. USG memperlihatkan kalo anak kedua kami adalah cowok. Gak papa, punya dua ana laki-laki tentunya akan sangat seru...
Sambil mengetik ini, aku pandang Jordan yang sudah terlelap sejak jam 8.30 tadi. Nggak terasa Jordan sudah besar. Rasanya baru kemarin menimang dan menyusui dia. Sekarang aku sudah gak kuat lagi menggendongnya. Mungkin karena kondisiku yang sedang hamil tua juga. Jordan sudah pintar bilang "endong" sambil menjulurkan kedua tangannya ke atas minta diangkat. Kadang kucoba juga mengangkat dia sebentar dan kemudian meletakkannya lagi.
Nama untuk adik Jordan beum deal.
Beberapa hari yang lalu, aku mulai mengeluarkan baju-baju Jordan waktu masih bayi. Memeriksanya dan mengecek apalagi yang kurang yang perlu dipersiapkan untuk menyambut kelahiran nanti. Kemarin2 banyak pakaian jordan bayi aku berikan ke cleaning service kampus kami karena istrinya baru melahirkan. Saat itu memang sudah niat banget memberikan pakaian Jordan. Kalo adik Jordan nanti lahir, akan dibelikan baju dan popok baru untuknya.
Aku juga sudah mulai tergerak mempersiapkan tas kalau nanti berangkat ke rumah sakit dari sekarang. Memang belum ku mulai. Tapi sudah niat banget. Seperti gurita yang akan aku pakai setelah melahirkan. Baju kemeja yang berkancing depan beberapa buah selama di rumah sakit supaya mudah menyusui. Rencananya aku akan melahirkan di RSIA Sri Ratu Medan. Disitu pasien akan pakai baju sendiri. Tidak ada pakaian rumah sakit untuk dipakai ibu yang melahirkan kecuali bayi yang lahir selama di rumah sakit akan memakai pakaian rumah sakit. Waktu pulang ke rumah saja nanti kita pakaikan pakaian yang kita siapkan untuk si kecil.
Aku sudah bertekad dan akan berjuang supaya bisa memberikan asi eksklusif kepada adik Jordan ini. Karena keuntungan memberikan asi sangat banyak. ASI lebih baik bagi bayi dibanding susu formula. Selain itu hemat banget kan selama enam bulan lebih gak perlu beli susu formula untuk si bayi. Juga lumayan akan membantu banget menurunkan berat badanku. AKu juga sudah mau memikirkan menyimpan dana membeli susu formula selama memberikan ASI. Kan lumayan nanti uang susu formula itu bisa dibuat modal jalan-jalan sama keluarga. Pastilah cukup untuk biaya jalan-jalan kami berempat. Bayangkan saja, biaya susu formula kalau memberi S26 kayak abang Jordan sekarang, bisa hemat 1,5 juta sebulan. 6 bulan sukses memberikan ASIX kan sudah bisa nabung 9 juta. 9 juta buat kami sekeluarga jalan-jalan kan sudah bisa tuh.. Kemana jalan-jalannya nanti saja di pikirkan, hehehehe....
Bapak Jordan kalau baca postingan ku ini akan bilang... Jalan-jalan saja yang kam pikirkan mamak Jordan... hehehehe.
Bisa jalan-jalan rasanya hidup lebih hidup dan kehidupan semakin berwarna... Senangnya kalo sampai sebentar lagi punya anak cowok dua orang, aku tetap bisa mewarnai perjalanan hidup ini...
Selamat malam dan Tuhan memberkati kita semua
Kandunganku sudah masuk bulan ke-9 . Tinggal menghitung hari lagi untuk menjalani proses persalinan. Dokter Kandungan menyuruh aku datang awal bulan oktober dan disitu nanti ditentukan kapan tanggal aku akan melahirkan. Awal bulan ini ke dokter, beliau bilang aku akan melahirkan dengan operasi sesar. Dan akan ditentukan tanggalnya setelah aku datang sekali lagi bulan Oktober. Aku sih manggut-manggut aja dan iya aja. Aku tidak bertanya kenapa aku harus operasi dan tidak normal saja. Jujur, sejak awal aku juga sudah mempersiapkan diri untuk melahirkan dengan operasi.
Senang rasanya menunggu kelahiran adik Jordan. USG memperlihatkan kalo anak kedua kami adalah cowok. Gak papa, punya dua ana laki-laki tentunya akan sangat seru...
Sambil mengetik ini, aku pandang Jordan yang sudah terlelap sejak jam 8.30 tadi. Nggak terasa Jordan sudah besar. Rasanya baru kemarin menimang dan menyusui dia. Sekarang aku sudah gak kuat lagi menggendongnya. Mungkin karena kondisiku yang sedang hamil tua juga. Jordan sudah pintar bilang "endong" sambil menjulurkan kedua tangannya ke atas minta diangkat. Kadang kucoba juga mengangkat dia sebentar dan kemudian meletakkannya lagi.
Nama untuk adik Jordan beum deal.
Beberapa hari yang lalu, aku mulai mengeluarkan baju-baju Jordan waktu masih bayi. Memeriksanya dan mengecek apalagi yang kurang yang perlu dipersiapkan untuk menyambut kelahiran nanti. Kemarin2 banyak pakaian jordan bayi aku berikan ke cleaning service kampus kami karena istrinya baru melahirkan. Saat itu memang sudah niat banget memberikan pakaian Jordan. Kalo adik Jordan nanti lahir, akan dibelikan baju dan popok baru untuknya.
Aku juga sudah mulai tergerak mempersiapkan tas kalau nanti berangkat ke rumah sakit dari sekarang. Memang belum ku mulai. Tapi sudah niat banget. Seperti gurita yang akan aku pakai setelah melahirkan. Baju kemeja yang berkancing depan beberapa buah selama di rumah sakit supaya mudah menyusui. Rencananya aku akan melahirkan di RSIA Sri Ratu Medan. Disitu pasien akan pakai baju sendiri. Tidak ada pakaian rumah sakit untuk dipakai ibu yang melahirkan kecuali bayi yang lahir selama di rumah sakit akan memakai pakaian rumah sakit. Waktu pulang ke rumah saja nanti kita pakaikan pakaian yang kita siapkan untuk si kecil.
Aku sudah bertekad dan akan berjuang supaya bisa memberikan asi eksklusif kepada adik Jordan ini. Karena keuntungan memberikan asi sangat banyak. ASI lebih baik bagi bayi dibanding susu formula. Selain itu hemat banget kan selama enam bulan lebih gak perlu beli susu formula untuk si bayi. Juga lumayan akan membantu banget menurunkan berat badanku. AKu juga sudah mau memikirkan menyimpan dana membeli susu formula selama memberikan ASI. Kan lumayan nanti uang susu formula itu bisa dibuat modal jalan-jalan sama keluarga. Pastilah cukup untuk biaya jalan-jalan kami berempat. Bayangkan saja, biaya susu formula kalau memberi S26 kayak abang Jordan sekarang, bisa hemat 1,5 juta sebulan. 6 bulan sukses memberikan ASIX kan sudah bisa nabung 9 juta. 9 juta buat kami sekeluarga jalan-jalan kan sudah bisa tuh.. Kemana jalan-jalannya nanti saja di pikirkan, hehehehe....
Bapak Jordan kalau baca postingan ku ini akan bilang... Jalan-jalan saja yang kam pikirkan mamak Jordan... hehehehe.
Bisa jalan-jalan rasanya hidup lebih hidup dan kehidupan semakin berwarna... Senangnya kalo sampai sebentar lagi punya anak cowok dua orang, aku tetap bisa mewarnai perjalanan hidup ini...
Selamat malam dan Tuhan memberkati kita semua
Monday, February 13, 2012
Belajar memberi
Bulan februari sudah beranjak hampir setengah perjalanan. Sejak memasuki bukan ini, sudah kucoba merefleksikan arti dari love month. Bagaimanan memaknai bulan ini menjadi pertanyaan. seorang adik yang pernah menjadi anak sekolah mingguku, mengomentari status FB ku dan bilang, love month means giving...giving...giving.... Komentar itu membuatku mencoba giving more than before.. AKu mencoba belajar dan melatih diri memberi lebih dari sebelumnya.
Memaknai bulan kasih, yang kita kenal dengan bulan valentine ternyata membuka mataku akan memberi. Memberi bukan cuma waktu dan hati, namun juga memberi dengan materi yang dimiliki.
Di bulan ini juga, aku mendapatkan sebuah message di FB dari seorang adik yang pernah bersama-sama kami melayani. "Kak, aku punya janji iman untuk membantu 10 orang pendeta di pedalaman kuta-kuta selama 1 tahun. Apakah kam bisa membantu aku mendapatkan nama dan no. rekening mereka? kalau tidak ada no rekening alamat mereka pun tidak masalah...
Jujur saja, pesan yang aku terima ini membuat aku kembali ke Penciptaku. Secara personal kutanyakan PADANYA, apakah melalui kejadian ini, DIA sedang mengingatkan aku supaya jangan ragu untuk memberi. Lihatlah Nom, masih banyak anak-anakKU yang juga punya hati yang memberi. Kamu bisa belajar juga dari mereka. Aku bersyukur mendapatkan pesan dari adik ini. Dan saat ini aku sedang mencoba mendapatkan data yang dia minta.
Hari JUmat 10 Februari 2012 tadi, aku ajak mahasiswa-mahasiswi ku untuk turun ke jalan. Ini sudah ketiga kali kami mengumpulkan anak jalanan simpang pos dan berbagi dengan mereka. Aku bersyukur bisa melakukan hal ini. Dalam doaku, aku berdoa untuk seorang abang yang juga pernah bersama-sama kami melayani yang memberikan donasinya untuk anak jalanan ini untuk kami pakai. Terima kasih Tuhan, untuk orang-orang yang pemurah yang TUHAN ijikan aku kenal. Keberadaan dan apa yang mereka lakukan membuat aku selalu berpaling kepada Tuhan. Mengusir rasa takut akan hidup. Bahkan membuat kehidupan semakin berarti ketika menjadi penghubung antara saudara kekasih yang MEMBERI dengan orang-orang yang MENERIMA...
Selalu aku bersyukur bisa mengajak mahasiswa/i ku memberi ke anak jalanan. Dan dalam rencanaku, ini akan terus kami lakukan. Bukan aku seorang yang diberkati dengan ini. Mahasiswa/i ku sangat diberkati. Mereka selalu antusias ketemu anak jalanan, membagikan makanan dan juga mendengar curhat mereka. Berbagi dengan mereka membuat mahasiwa/i ku menyadari kalau kesempatan kuliah yang mereka miliki seharusnya mereka syukuri. Mereka jadi termotivasi untuk belajar lebih sungguh-sungguh. Melakukan kegiatan seperti ini membuat aku juga jadi dekat dengan mahasiswa/i ku.
Sore ini, aku sedang memikirkan mahasiswa/i ku, anak-anak jalanan dan juga saudara2 yang murah hati. TUHAN ada disemua kejadian ini. Mungkin mahasiswaku tidak mengenal siapa yang menolong dana kegiatan anak jalanan ini. Mungkin juga nanti pendeta-pendeta itu juga tidak mengenal siapa orang yang memiliki janji iman setahun ini untuk membantunya. Namun TUHAN tahu semuanya. TUHAN bekerja disemua keadaan ini.
Namun pertanyaan untuk diriku sendiri, bagaimana dengan kamu Nom? sudah seberapa banyak kah kami memberi ?
Ketika mengetik ini, suaru kendaraan di jalan raya sangat terdengar jelas bagiku. Apa lagi yang harus kami lakukan untuk anak-anak jalanan ini. Karena rasanya tidak cukup hanya datang, kemudian mendengar curhat mereka, bernyanyi dan berdoa serta membagikan makanan. Apakah TUHAN menghendaki hanya seperti ini? Kalau TUHAN mau kami lebih lagi melakukan sesuatu, aku berdoa TUHAN yang akan membukakan semua yang perlu kami lakukan...dan Tuhan beranikan aku untuk memberi more than before..
Nomi Br Sinulingga
Memaknai bulan kasih, yang kita kenal dengan bulan valentine ternyata membuka mataku akan memberi. Memberi bukan cuma waktu dan hati, namun juga memberi dengan materi yang dimiliki.
Di bulan ini juga, aku mendapatkan sebuah message di FB dari seorang adik yang pernah bersama-sama kami melayani. "Kak, aku punya janji iman untuk membantu 10 orang pendeta di pedalaman kuta-kuta selama 1 tahun. Apakah kam bisa membantu aku mendapatkan nama dan no. rekening mereka? kalau tidak ada no rekening alamat mereka pun tidak masalah...
Jujur saja, pesan yang aku terima ini membuat aku kembali ke Penciptaku. Secara personal kutanyakan PADANYA, apakah melalui kejadian ini, DIA sedang mengingatkan aku supaya jangan ragu untuk memberi. Lihatlah Nom, masih banyak anak-anakKU yang juga punya hati yang memberi. Kamu bisa belajar juga dari mereka. Aku bersyukur mendapatkan pesan dari adik ini. Dan saat ini aku sedang mencoba mendapatkan data yang dia minta.
Hari JUmat 10 Februari 2012 tadi, aku ajak mahasiswa-mahasiswi ku untuk turun ke jalan. Ini sudah ketiga kali kami mengumpulkan anak jalanan simpang pos dan berbagi dengan mereka. Aku bersyukur bisa melakukan hal ini. Dalam doaku, aku berdoa untuk seorang abang yang juga pernah bersama-sama kami melayani yang memberikan donasinya untuk anak jalanan ini untuk kami pakai. Terima kasih Tuhan, untuk orang-orang yang pemurah yang TUHAN ijikan aku kenal. Keberadaan dan apa yang mereka lakukan membuat aku selalu berpaling kepada Tuhan. Mengusir rasa takut akan hidup. Bahkan membuat kehidupan semakin berarti ketika menjadi penghubung antara saudara kekasih yang MEMBERI dengan orang-orang yang MENERIMA...
Selalu aku bersyukur bisa mengajak mahasiswa/i ku memberi ke anak jalanan. Dan dalam rencanaku, ini akan terus kami lakukan. Bukan aku seorang yang diberkati dengan ini. Mahasiswa/i ku sangat diberkati. Mereka selalu antusias ketemu anak jalanan, membagikan makanan dan juga mendengar curhat mereka. Berbagi dengan mereka membuat mahasiwa/i ku menyadari kalau kesempatan kuliah yang mereka miliki seharusnya mereka syukuri. Mereka jadi termotivasi untuk belajar lebih sungguh-sungguh. Melakukan kegiatan seperti ini membuat aku juga jadi dekat dengan mahasiswa/i ku.
Sore ini, aku sedang memikirkan mahasiswa/i ku, anak-anak jalanan dan juga saudara2 yang murah hati. TUHAN ada disemua kejadian ini. Mungkin mahasiswaku tidak mengenal siapa yang menolong dana kegiatan anak jalanan ini. Mungkin juga nanti pendeta-pendeta itu juga tidak mengenal siapa orang yang memiliki janji iman setahun ini untuk membantunya. Namun TUHAN tahu semuanya. TUHAN bekerja disemua keadaan ini.
Namun pertanyaan untuk diriku sendiri, bagaimana dengan kamu Nom? sudah seberapa banyak kah kami memberi ?
Ketika mengetik ini, suaru kendaraan di jalan raya sangat terdengar jelas bagiku. Apa lagi yang harus kami lakukan untuk anak-anak jalanan ini. Karena rasanya tidak cukup hanya datang, kemudian mendengar curhat mereka, bernyanyi dan berdoa serta membagikan makanan. Apakah TUHAN menghendaki hanya seperti ini? Kalau TUHAN mau kami lebih lagi melakukan sesuatu, aku berdoa TUHAN yang akan membukakan semua yang perlu kami lakukan...dan Tuhan beranikan aku untuk memberi more than before..
Nomi Br Sinulingga
Thursday, February 02, 2012
Jordan vacation to Hongkong and Macau
![]() |
| Di skyterace, namun karena cuaca berkabut maka pemandangan kota hongkong tidak jelas terlihat. Maklumlah Januari musim dingin. |
Tiket sudah dibeli sejak februari 2011 untuk berlibur selama enam hari ke Hongkong dan Macau dari tanggal 6 - 12 Januari 2012. Saat itu ada tiket promo AA Medan Hongkong. Kita sekeluarga diajak oleh bibik dan kila karena mereka mau ke Hongkong dan Macau namun sudah tidak berani kalau pergi berdua saja. Maklum lah bibik dan kila sudah lansia. Jadi kami diajak untuk menemani. Tiket Medan - Hongkong Rp 350.000,- namun hanya 1 kursi yang tersisa. Yang lain harga Tiket - Hongkong nya seharga Rp 560.000,-.
![]() |
| Jordan bersama mama di Harbour place |
Sejak awal sudah rencana akan ke Macau. Dan akan kembali ke Medan dari KL setelah menempuh penerbangan Macau - KL.
Sekitar bulan Juli, air asiam mengumumkan akan memberhentikan penerbangan Medan - Hongkong nya. Semua yang sudah memiliki tiket Medan - Hongkong diminta dipercepat penerbangan sampai September 2011. Karena tiket kami adalah Januari 2012. Tawaran kedua adalah, uang tiket dikembalikan karena penerbangan setelah September akan ditutup untuk Medan - Hongong.
![]() |
| Jordan bersama mama, papa, kakek2 dan nenek2 nya |
Bolak-balik menelpon Customer Service AA di Jakarta, dan menolak kedua opsi pilihan yang ditawarkan. Alasan adalah karena kami sudah memiliki tiket AA MAcau - KL 11 Januari 2012. Dan juga tiket KL-Medan. Selain itu juga sudah membooking hotel di Hongkong untuk tanggal 6-9 Januari 2012. Karena kedua opsi pilihan yang ditawarkan oleh AA tidak bisa kami terima. Akhirnya AA mengalihkan penerbangan kami yang tadinya Medan - Hongkong, menjadi Medan - KL - HKG pada tanggal 6 Januari 2012.
![]() |
| Jordan bersama bibi tengahnya |
Setelah proses reroute tiket selesai. Bapak dan Mamak juga akan ikut serta dengan kami. Harga tiket mereka jatuhnya sekitar 3jutaan untuk Medan - KL - HKG-Macau-KL-Medan. Hampir dua kali harga tiket kami yang dibeli pada saat promo. Tidak masalah, yang penting mereka bisa diajak ikut serta. Maka perjalanan yang menyenangkan dimulai sejak jam 04:00 subuh dari rumah ke bandara Polonia dan sampai di Hongkong jam 21:00 Waktu HKG (lebih awal 1 jam dibanding Medan).
![]() |
| Jordan bersama bapak mamak di Avenue of Stars HKG |
Liburan ini sangat membawa pengalaman yang baru bagi kami melihat kemajuan negara lain. Terlebih kalau bagi saya secara pribadi adalah pengalaman melihat begitu banyaknya TKI Indonesia di Hongkong. Hari Minggu kami ke Victoria Park, dan berjibun TKW Indonesia membuat taman itu jadi kumuh kayak di Indonesia saja. Selain itu pengalaman mencari nasi yang dijual di toko asli Indonesia. Saya pikir tidak kebetulan pagi hari kedua di Hongkong ketemu dengan Maya seorang TKW yang sudah lima tahun di HKG bekerja. Dia memberikan kami colokan listrik karena tidak mempersiapkan yang berkaki 3 dari rumah. Dia memberikan miliknya kepada saya karena katanya dia punya dua. Hal ini membuat kita semua bisa segera mencharge HP dan laptop. Kemudian Maya lah yang mengantar kami ke Fuan Ye Street Market, dimana ada toko Asli Indonesia.
![]() | |
| Sekeluarga di Lisboa Hotel Macau |
Tiga malam di Hongkong sudah cukup bagi kami. Karena yang berangkat opa2 dan oma2 ditambah ibu dengan bayi yang masih berusia 1 tahun... maka kaki sudah capek dan walaupun masih banyak yang belum dilihat, namun rasanya sudah puaslah empat hari lihat kota Hongkong. Hari ketika kami akan melanjutkan perjalanan ke Macau. Kami punya pengalaman yang sangat seru pada akhirnya. Namun sangat menyedihkan pada awalnya. Kejadian itu adalah, bibik (ibu mertua) saya, kehilangan dompet ketika kami ke Fuan Ye Street Market membeli sarapan. Dompet bibik sudah enggak ada lagi ditangannya. Bener2 hilang dan enggak ada lagi di tangannya. Padahal baru hitungan menit, dia mengeluarkan uang membayar nasi yang dibeli dan dimakan di situ. Sekarang kok dompet sudah enggak ada. Kami semua diam, gak tahu bilang apa menghibur bibik. Secara semua uang dolar HKG, Ringgit dan Rupiah serta KTP ada di dompet itu. Untung paspor ditinggal di hotel.
![]() |
| di the Venetian Macau |
![]() |
| Mamak dan Jordan di the venetian Macau |
![]() |
| Jordan bersama nenek karo dan nenek iting beserta mamak di Avenue of stars |
Wednesday, February 01, 2012
writing again...
I wrote in this blog last month. In 2011, I wrote only six times. I didn’t produce many writing about my feeling, my thinking or my opinion in my blog or at home in my “buku curhat”. Not easy for me to write as when I was a single. time move very fast. In the beginning 2012, I had review my life. I found that when I stop writing, my life was stagnation. I have to push my self to write anything about my idea, my feeling and my faith.
Chrismas 2011, I met a woman in the church. My mother in law know her well and she introduce me to her. She knew my name but not know me. “Nomi Sinulingga? I always read your blog”. “hmmm..ya, I was make many writing in the last, but not now,” I said and smile to her. She remind me to write again in my blog.
January 2012 has passed. New month has come. I haven’t wrote anything yet. I suggest my self to start it now. In February first, I have to push my self to start coloring my life again by this blog. I know in future there is something waiting for me to make my life more colorful and amazing. I believe it. Because I have GOD factor in my life. I know, GOD always hope the life of His doughter not stagnantion, but I have progress even a little every day.
Thank you Lord, I can start writing again...
Saturday, December 31, 2011
Selamat tinggal 2011
Sudah di ujung 31 desember 2011. Benar2 nggak terasa tahun 2011 ini akan segera berlalu. Banyak hal yang terjadi tahun ini. SUka, duka dan juga suasana yang datar dan menjenuhkan. Tapi kayaknya aku lebih banyak ingat yang suka aja. Yang membetekan sudah lupa. Yang datar sudah lupa juga. Kalau lupa gini, bisa-bisa situasi datar, memBTkan akan selalu menyelinap masuk ke hati dan pikiran. Karena belum bisa mengidentifikasi penyebab dengan baik.
Tahun 2011 ini pengalaman penuh menjadi ibu buat Jordan. Petualangan memberikan asi eksklusif selama 6 bulan menjadi cerita sukses buat Jordan dan mamanya ini :). Hemat bo, beli susu selama enam bulan. Dan dana beli susu itu sudah digunakan jalan-jalan sama Jordan ke Singapur :). Bersyukur banget kan, aku sudah punya 2 orang sobat berpetualang dan melihat-lihat sisi dunia yang tidak aku diami. Trima kasih banyak Tuhan buat papa Jordan dan Jordan di dalam hidupku.
Tahun 2011, kita mulai usaha di pajus. Berdoa tahun 2012 akan semakin menghasilkan. Tuhan berkati setiap usaha yang kita lakukan.
Yang paling penting adalah Keluarga kita masih bisa membantu orang yang membutuhkan. Kita masih membantu uang kuliah seorang adik. Berdoa supaya Tuhan memberkati studi adik itu.
Harapan tahun 2012, kita sekeluarga bisa semakin dekat dengan Tuhan. Terkhusus aku dan bapak Jordan supaya bisa makin disiplin ibadah dan juga SATE. karena apa yang kita lakukan ini akan menjadi teladan bagi Jordan. Juga pengen keluarga kita bisa membahagiakan orang tua kita.
Bye..bye.. 2011. Welcome 2012. Banyak harapan dan banyak mimpi di depan. 2012, sudah banyak scedule juga sampai bulan september 2012. Tuhan tetap menjadi andalan di tahun 2012 ini.
Tahun 2011 ini pengalaman penuh menjadi ibu buat Jordan. Petualangan memberikan asi eksklusif selama 6 bulan menjadi cerita sukses buat Jordan dan mamanya ini :). Hemat bo, beli susu selama enam bulan. Dan dana beli susu itu sudah digunakan jalan-jalan sama Jordan ke Singapur :). Bersyukur banget kan, aku sudah punya 2 orang sobat berpetualang dan melihat-lihat sisi dunia yang tidak aku diami. Trima kasih banyak Tuhan buat papa Jordan dan Jordan di dalam hidupku.
Tahun 2011, kita mulai usaha di pajus. Berdoa tahun 2012 akan semakin menghasilkan. Tuhan berkati setiap usaha yang kita lakukan.
Yang paling penting adalah Keluarga kita masih bisa membantu orang yang membutuhkan. Kita masih membantu uang kuliah seorang adik. Berdoa supaya Tuhan memberkati studi adik itu.
Harapan tahun 2012, kita sekeluarga bisa semakin dekat dengan Tuhan. Terkhusus aku dan bapak Jordan supaya bisa makin disiplin ibadah dan juga SATE. karena apa yang kita lakukan ini akan menjadi teladan bagi Jordan. Juga pengen keluarga kita bisa membahagiakan orang tua kita.
Bye..bye.. 2011. Welcome 2012. Banyak harapan dan banyak mimpi di depan. 2012, sudah banyak scedule juga sampai bulan september 2012. Tuhan tetap menjadi andalan di tahun 2012 ini.
Saturday, December 17, 2011
Happy the first birthday Jordan..
Selamat ulang tahun yang ke-1 Jordan... Panjang Umur dan Sehat selalu ya nakku. Tuhan memberkati
Jordan memeriksa kado-kado yang diterima dari bibik-bibik, bapak uda, karo dan bulang. Senang ya Jordan dapat kado ulang tahun? Juga senang dapat kuda-kudaan dibawa Karo dari Tangerang ya nakku?
![]() | ||
| JOrdan ikut bertepuk tangan ketika kita bernyanyi happy birthday. Berkat ke sekolah minggu, Jordan jadi cepat bisa tepuk tangan :) |
Jordan siap-siap tiup lilin dibantu oleh mamak dan karo. Jordan lihat api lilin bukan siap untuk meniup tapi siap untuk memegang.. hehehe..
Jordan memeriksa kado-kado yang diterima dari bibik-bibik, bapak uda, karo dan bulang. Senang ya Jordan dapat kado ulang tahun? Juga senang dapat kuda-kudaan dibawa Karo dari Tangerang ya nakku?
Jordan berfoto dengan kado-kado ulang tahunnya..
Saturday, November 19, 2011
Jordan ke Singapor...
27 - 31 Oktober 2011, Jordan jalan-jalan sama bapak dan mamak ke Singapur. Main ke tempat cece Mariel dan koko Rafael. Ke singapur jalan-jalan sudah direncanakan jauh-jauh hari supaya bisa beli tiket murah. Bahkan tiket ini kami beli sebelum Jordan lahir :). Saat itu lagi promo AA dan penerbangan Medan - KL-Spore-KL-Medan hanya sekitar Rp 500.000 seorang. Murah kan ? hehehe. Ngurus tiket Jordan sebagai infant lebih mahal :( karena empat kali terbang kena charge Rp 600.000.
Jordan ternyata bisa menikmati perjalanannya. Dia tidak ada menangis di pesawat. Senang banget kalau dia tidur di pesawat. Namun pada saat tidak tidur pun Jordan banyak senyum dan mengajak main bapaknya dan juga yang duduk disebelah kami. Jordan kok jadi makin ramah ya ? kata Bapaknya.
Bahkan saat kami harus lewat imigrasi baik di Singapur, Malaysia dan juga Polonia. Jordan hampir selalu tersenyum dengan petugas imigrasinya. Senang kan bawa Jordan jalan-jalan. Sehingga petugas imigrasipun langsung balas tersenyum kepada Jordan.
Di MRT di Singapur, Jordan hampir selalu mengajak becanda orang yang dudul di sebelahku. Mula-mula dipandangnya lama kalau yang dipandangnya balas mandang, maka Jordan akan tersenyum..hehehe. Anak yang ramah.
Hanya satu yang sulit ketika bawa Jordan jalan, yaitu kita dia pub dan harus ganti pampers di jalan. Kalau ini sudah terjadi maka petualangan jalan-jalan dengan bayi mulai terasa. Masuk ke toilet perempuan dan bapaknya enggak bisa ikutan masuk. Jadi sendiri membersihkan Jordan agak sedikit repot dan makan waktu. Di Cangi airport lumayan bagus fasilitas untuk mengganti pampers bayi dan enggak jauh ada westafel yang airnya hangat. Jadi bisa segera dibuang pampersnya dan baby nya di bawa ke westafel untuk diberrisihkan.
Selama di Singapur Jordan sedikitpun tidak sulit dikasi makan. Dia lahap makannya dan selalu habis. Jordan tahu kali ya, kalau dia enggak mau makan bakal liburan jadi ruyam. Soalnya setelah pulang dari Spore, Jordan di rumah susah sekali makan. Bahkan boleh di bilang baru beberapa hari ini dia mulai mudah dikasi makan.
Selama di spore, kita nginap di tempat windha. Anak-anak winda sangat manis sama Jordan. Bahkan Mariel selalu memberi mainan ke Jordan kalau dia lagi makan biar Jordan banyak makan. Juga Rafael, selalu menunjukkan mainnya untuk membuat Jordan senyum atau tertawa. Jordan rasanya senang sekali punya cece dan koko seperti Mariel dan Rafael. Nanti kalau Jordan sudah gedean, Jordan liburan lagi kesitu ya ce?
Jordan ternyata bisa menikmati perjalanannya. Dia tidak ada menangis di pesawat. Senang banget kalau dia tidur di pesawat. Namun pada saat tidak tidur pun Jordan banyak senyum dan mengajak main bapaknya dan juga yang duduk disebelah kami. Jordan kok jadi makin ramah ya ? kata Bapaknya.
Bahkan saat kami harus lewat imigrasi baik di Singapur, Malaysia dan juga Polonia. Jordan hampir selalu tersenyum dengan petugas imigrasinya. Senang kan bawa Jordan jalan-jalan. Sehingga petugas imigrasipun langsung balas tersenyum kepada Jordan.
Di MRT di Singapur, Jordan hampir selalu mengajak becanda orang yang dudul di sebelahku. Mula-mula dipandangnya lama kalau yang dipandangnya balas mandang, maka Jordan akan tersenyum..hehehe. Anak yang ramah.
Hanya satu yang sulit ketika bawa Jordan jalan, yaitu kita dia pub dan harus ganti pampers di jalan. Kalau ini sudah terjadi maka petualangan jalan-jalan dengan bayi mulai terasa. Masuk ke toilet perempuan dan bapaknya enggak bisa ikutan masuk. Jadi sendiri membersihkan Jordan agak sedikit repot dan makan waktu. Di Cangi airport lumayan bagus fasilitas untuk mengganti pampers bayi dan enggak jauh ada westafel yang airnya hangat. Jadi bisa segera dibuang pampersnya dan baby nya di bawa ke westafel untuk diberrisihkan.
Selama di Singapur Jordan sedikitpun tidak sulit dikasi makan. Dia lahap makannya dan selalu habis. Jordan tahu kali ya, kalau dia enggak mau makan bakal liburan jadi ruyam. Soalnya setelah pulang dari Spore, Jordan di rumah susah sekali makan. Bahkan boleh di bilang baru beberapa hari ini dia mulai mudah dikasi makan.
Selama di spore, kita nginap di tempat windha. Anak-anak winda sangat manis sama Jordan. Bahkan Mariel selalu memberi mainan ke Jordan kalau dia lagi makan biar Jordan banyak makan. Juga Rafael, selalu menunjukkan mainnya untuk membuat Jordan senyum atau tertawa. Jordan rasanya senang sekali punya cece dan koko seperti Mariel dan Rafael. Nanti kalau Jordan sudah gedean, Jordan liburan lagi kesitu ya ce?
![]() |
| Jordan naik troly di cangi airport |
![]() |
| Jordan digendong mamak foto di depan anak merlion :) |
![]() |
| Jordan serius x difoto nakku :) |
![]() |
| Jordan lihat kemana itu nak ? |
![]() |
| Jordan main air di singapore zoo |
![]() |
| Minta tolong ke orang lain diambilkan foto sekeluarga :) akhirnya kita bisa foto bersama |
![]() |
| Jordan sama bapak di singapore zoo |
![]() |
| Berfoto sama keluarga windha |
Subscribe to:
Posts (Atom)



















