Monday, July 21, 2008

Pesta Danau Toba 2008

Bersama kak Mia Tarigan dan kak Ernita Barus...kita bertiga jalan hari Kamis, 17 Juli 08 tadi ke Parapat. Pesta Danau Toba yang menunggu kedatangan Presiden SBY harus diundur dari bulan Juni 08 kemarin. Dan di bulan Juli tadipun diundur juga. Yang seharusnya penutupan tanggal 16 Juli, karena SBY bisanya datang tanggal 18 Juli..maka penutupan dilaksanakan 18 Juli 08.
Masyarakat setempat mengatakan kalau pesta danau toba yang pernah ada, baru kali ini yang paling sepi dari pengunjung. Hal ini kemungkinan dikarenakan sudah diundur-undur dan liburan anak sekolah sudah usai pada saat acara.

Ini bagiku yang pertama mengunjungi Pesta Danau Toba... Tapi karena sepi pengunjung itu...maka enggak akan jauh beda dengan suasana ketika kita jalan ke Parapat pada waktu2 biasa :)

Nomi, kak Mia dan Kak Ernita

Wednesday, July 16, 2008

Tidak Sendiri

Senin malam, 14 Juli 08, komisi penanggulangan bencana GBKP mengunjungi jemaat GBKP di Tanjung Morawa Kanan yang mengalami kebakaran rumah pada 3 Juli 08 yll. Ikut dalam kunjungan ini memberikan berkat tersendiri bagiku. Sebagai orang yang paling muda di komisi penanggulangan bencana sering diam menjadi pilihan terbaik. Mendengarkan lebih memperkaya daripada berbicara.

Jemaat yang mengalami bencana kebakaran ini ada 12 rumah. Keluarga yang menjadi korban juga sangat bervariasi, ada keluarga Dk Emeritus yang mungkin sudah berusia diatas 60 tahun, ada juga keluarga muda yang baru menikah bulan Maret tahun ini. Dk Emeritus itu mengatakan, “kami sudah tua tapi kami percaya akan ada tangan-tangan kuat yang TUHAN kirim bagi kami. Saat ini pertolongan pengusaha, gereja, moderamen, sudah menjadi kekuatan bagiku. Orang yang tabah, tahan diuji.” Kekayaan yang paling hakiki yang Tuhan berikan yang palig hakiki adalah umur panjang dan iman…ini adalah ciri seorang pemberita kabar baik. Harta benda, rumah bisa dimakan api…tapi iman dan jiwa kami belum terbakar dan kami akan terus menunggu TUHAN bekerja. Tuhan pasti punya rencana.

Seorang bapak yang lain menceritakan bagimana sejak tahun 60-an dia tinggal di rumahnya dan mengumpulkan semuanya. Tapi semua yang dikumpulkan selama ini habis lenyap dalam dua jam pada kejadian kebakaran itu. Masalah kebakaran tidak semua orang mengalaminya, jadi sudah sepatutnya dalam kejadian seperti ini kita mengucap syukur kepada Tuhan, kata seorang Bapak yang menjadi korban dalam kebakaran ini. Mendengar semua yang dituturkan oleh keluarga yang mengalami kebakaran itu benar2 menguatkan aku. Menegur aku. Mengajak aku kembali melihat hidupku. Betapa aku sering sekali cepat kalah.

Belakangan ini aku memang sering sekali cepat kalah. Keinginan berjuang untuk sesuatu yang didepan dan menjadi tujuan sering seperti embun yang dihangatkan mentari pagi, menguap. Apatis, pesimis, skeptis dan banyak is..is yang lain yang negatif sepertinya mulai tumbuh dalam jiwa. Entah kemana mulai perginya semangat masa muda ini. Padahal sebagai orang muda, bukan kah kekayaan kita adalah semangat, militansi, tidak cepat menyerah dan juga berani dengan tantangan.

Bersyukur banget di Medan, Tuhan berikan aku teman-teman yang sering menguatkan aku. Ada kak Tonggo...kakak ini sering mengingatkan, bahkan kadang caranya mempertanyakan banyak hal membuat aku berfikir bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan. Kak Tonggo, memang punya gaya sendiri dalam memberi dorongan semangat. Selain kak Tonggo, ada Meyland, kak Sabrina, kak Sri Menda, Kak Mega, kak Eli.. Kenal dengan bang Mahendra Sitepu juga menjadi berkat bagiku. Turang ini banyak sekali memberikan aku dorongan semangat. Dia selalu memberikan motivasi ketika ada kesempatan. Puji Tuhan sekali, kesempatan selalu ada untuk ketemu karena bang Mahendra adalah langganan susu murni dan yogurt..jadinya bisa sering ketemu kalau aku yang nganterin pesanannya kan? Hehehe

Bener yang Dedi bilang. Aku harus cari teman dan tidak sendiri. Bisa-bisa aku semakin pesimis dan tidak melakukan apa-apa pada saat TUHAN sudah ijinkan aku di PERMATA. Sampai saat ini aku masih ingat masukan dari Dedi, supaya aku mencari teman, kalau belum dapat, buatlah teman...hmmm aku bingung bagaimana membuat teman yang bisa sesuai dan nyambung dengan aku. Tapi Ded, sebenarnya TUHAN sudah memberikan aku banyak teman. Dan sudah seharusnya aku semangat dan tidak menjadi sosok pesimis toh? Masih muda ini...dan tangan masih kuat, sudah tentu banyak banget yang bisa dilakukan. Aku tahu aku harus belajar banyak....belajar berorganisasi, belajar bekerjasama, dan belajar rendah hati juga tentunya.

Makasih banyak untuk TUHAN YESUS, karena begitu banyak teman-teman yang dia berikan di jalan-jalan yang aku lalui...dan mereka semuanya adalah orang-orang yang luar biasa.

Wednesday, July 09, 2008

refleksi keterlibatan di STMIK NEUMANN

ahun 2002, aku mendaftarkan adikku Irna BR Sinulingga di kampus yang belum jadi...ketika mendaftar tiang-tiang bekas pembangunan itu menghiasi jalan masuk ke resepsionis. .

Hanya saja saat itu aku memiliki keyakinan akan keseriusan kampus baru tersebut. Aku kenal dengan Bang Alamta Singarimbun, dan aku percaya sama dia...yah, saat itu Bang ALamta Singarimbun menjadi PR 1 mempersiapkan kampus tersebut. Sudah jalannya...dan aku juga bergabung dikampus yang baru tersebut...sejak awal menjadi tim dalam mengerjakan semua di jurusan elektro (membangun lab, membuat kurikulum, dan banyak lagi...)

3,5 Tahun aku di Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) BAndung sejak kampus ini beroperasi. Sampai akhirnya aku mengundurkan diri...karena sangat berminat pindah ke Aceh ngurusin anak2 korban tsunami...

Ketika di BAnda Aceh, Ketua jurusan elektro mengirim sms dengan isi, "Nom, Julius sudah lulus sebagai lulusan pertama mahasiswa elektro ITHB, harusnya saya celebrate ini dengan Nomi".

Saya juga dapat sms, "Bu Nomi, saya sudah lulus...terima kasih untuk semuanya, Julius, ST."

Saat itu aku senang sekali dan berkaca-kaca, karena apa yang pernah aku kerjakan sudah ada buahnya...dan Puji TUHAN, JUlius (Mahasiswa lulusan pertama kami) bisa langsung bergabung di SIEMEN.

Sori kalau cerita ini sedikit narsis....tapi yang pasti aku masih lebih percaya dengan kampus yang baru dengan visi yang jelas dan semangat melayani untuk sebuah kemajuan dan peningkatan SDM...kampus ini masih memulai dan masih akan membentuk sistem dan budaya kerja yang baru... Aku lebih optimis akan ini daripada kampus yang sudah berjalan selama ini dengan budaya kerja yang sudah baku dan tim kerja yang sudah sangat sulit untuk berubah....

STMIK NEUMANN akan mencoba lebih baik dari STMIK lain yang ada di Medan.... Doakan ya teman-teman...

Makasih
Nomi, yang hanya ingin menceritakan bahwa pendatang baru...bisa lebih siap menghadapi tantangan dari pada yang sudah berjalan dengan nyaman

Wednesday, July 02, 2008

Selamat Menempuh Hidup Baru, Boy...

Boy Novandro...sepupu anak mama tengah. Sejak awal aku bermigrasi ke jakarta, aku tinggal di rumahnya sampai akhirnya pindah ke Bandung karena aku lanjut kuliah disana. Dulu sejak awal aku pindah ke rumah, kayaknya dengan Boy yang bisa lebih mudah akrab dibanding kak lusi atau nando. Waktu itu kak lusi udah kuliah, jadinya sibuk... Boy dan aku sama-sama lulus SMA dan mau SPMB jadinya kita banyak waktu untuk belajar bareng. Kamu ingat gak boy? dulu di depan TV di rumah Baeduri, malam selesai makan...kadang kita masih bahas soal-soal SPMB. Mami (alm) juga kadang ikutan nimbrung dan memikirkan jawaban dari soal-soal itu.

Boy, temannya banyak banget...sering aja ada yang main ke rumah. Dulu aku gak punya teman jadi aku harus selalu gak tahu malu biar bisa masuk ke kelompok yang baru...hehehe

Waktu SPMB, kita bareng diantar mami. Karena lokasi ujian berbeda, makanya pulang ujian aku harus nunggu Boy, biar bisa pulang bareng. Waktu ujian hari pertama, aku ajak dia ke cililitan. Bibik tengah kaget juga kita datang, dan biasa...makan siang pun disana.

TRus kita juga pernah ke Bandung. Waktu itu aku mau ujian di UNPAR kali ya... Dia nemani karena aku gak tahu Bandung. Kita nginap di rumah kak Nirmala. TRus jalan2 ke FO di Sukarno Hatta...beli sepatu seragam (yang warna biru itu). Beli Kaos kostal guru...

Akhirnya aku kuliah di Bandung...dan Boy kuliah di PERBANAS.

The best of sepupu ini, kemarin menikah...dan aku kelupaan ngasi ucapan selamat. Karena sibuk kesana kemari, aku kelupaan Boy...aku minta maaf ya.

Selamat menempuh hidup baru ya Boy....semoga menjadi keluarga yang sakinah.
Beranak cucu dan bertambah banyak...penuhi bumi dengan orang2 yang takut akan Tuhan, ya Bro... hehehe






Saturday, June 28, 2008

Sudah usai....

Sudah malam...disini waktu sudah menunjuk pukul 00.56 pagi. Baru selesai mandi karena tadi sampai di rumah dari jalan sudah pukul 23.35. Besok semua perjalanan sebentar ini sudah usai dan aku akan kembali ke habitatku. Ada beberapa barang yang dicari tapi belum dapat. Tapi sudahlah lupakan saja barang2 itu, karena ada beberapa yang tidak direncakan sudah aku beli sebagai gantinya. Sudah pagi, dan tidak tahu besok bisa bangun jam berapa. Apakah besok sempat ke gereja atau tidak sebelum balik.

Dalam hitungan beberapa hari ini cukup memberikan hal yang baru bagiku. Bisa melihat kota lain dan juga mengamati sedikit kehidupan mereka. Semuanya sepertinya sibuk bekerja dan mencari uang, dikarenakan semua disini mahal katanya. Emang mahal juga sih...hehehe

Tidakkah kamu tertarik untuk pindah bekerja disini Nom? Beberapa kali pertanyaan itu dilemparkan kepadaku. Hanya saja tidak mudah bagiku untuk melakukan semua itu saat ini. Bolehlah nanti tahun 2010 kalau aku belum menikah dan kehidupan masih bebas pergi kesana kemari. Hanya saja semua itu tidak ada dalam rencanaku. Aku tidak mengetahui sedikitpun rahasia hari esok. Semua entang esok hanya DIA yang tahu. Dan untuk kesempatan yang sebentar ini, aku sangat bersyukur kepada-Nya. DIa ijinkan aku melihat kota maju seperti ini yang banyak orang belum tentu punya kesempatan untuk mendapatkannya.

Tidakkah DIA sangat baik dalam hidupku? Namun apakah aku hanya mengatakan ini ketika aku bergembira dalam perjalanan yang sebentar dalam hidup ini yang memberikan pengalaman yang berharga seperti ini. Apakah aku tidak belajar juga mengucap syukur untuk pengalaman yang lain yang kadang biasa saja mungkin? AKu tidak tahu...mungkin aku sering lupa dan kadang gerutuan mungkin yang keluar dari dalam hatiku. Ke depannya aku harus belajar lebih baik untuk mengucap syukur karena apapun bisa dia berikan bagiku.

DIa memang baik...dan pengalaman ini membuat aku semakin mempercayakan hidup dan cita-citaku kepadaNya. Ternyata yang DIA rancang itu akan indah dan aku percaya itu. DIA yang menjadikan semesta ini, dunia ini dan keindahan alam ini hanya merancang yang baik juga akan hidupku.

Hari ini, nanti, aku akan kembali ke Medan. Aku sekarang punya spirit yang baru. Semangat bukan untuk meninggalkan kota itu...namun mengisi lebih banyak hal yang berarti lagi dalam hidup ku. Aku ingin melakukan hal-hal dan pekerjaan yang bisa lebih baik yang aku lakukan dari saat ini. BErbuat lebih banyak bagi organisasi dimana aku sudah komitmen untuk mengambil bagian dalam perkembangannya. Melakukan lebih baik lagi dalam pekerjaan yang bisa memberikan hal baik bagi orang lain. RAsanya aku akan kembali dan ada sejuta ide di kepalaku untuk aku lakukan. AKu tahu aku bisa melakukannya karena ada DIA dalam hati dan jiwaku. Ada DIA yang selalu memberikan semangat, kekuatan dan kerendahan hati untuk menjalankan semua. Selama ini aku sudah mau jualan susu dan yogurt..bukankah sudah saatnya aku mencoba berfikir lebih lagi untuk mengembangkan suatu hal yang bisa lebih berguna bagi banyak orang melalui pendidikanku ? Yah...aku akan coba mulai mengembangkan sesuatu yang memang sesuai dengan latar belakang pendidikanku.

Disini, di kota ini...hampir semua temanku yang bekerja adalah bidang IT. AKu punya pendidikan di bidang ini...dan mungkin sudah lama aku abaikan. Ingin rasanya kembali..seperti anak yang hilang kembali kepada BAPA nya. AKu ingin memanfaatkan pendidikanku ini lebih banyak lagi bagi kehidupanku pribadi dan juga bagi orang lain..

Sudah larut..dan aku akan istirahat..


29 Juni 08, Yishun st 21 block 214, Singapore
Jam 10.30 malam baru sampai dari jalan. Paling sulit mencari pesanan Yose, accessories yang kamu inginkan itu mahal banget bo.. Seharian tadi kami gak beli satu barang apapun.. banyakan foto2 saja. Sekalian memang keluar jalan juga sudah sore, sudah jam 4 sore lebih. Siang hari pengen juga jalan ke lingkungan rumah Windha. Jalan ke pasar tradisional yang gak jauh dari sini naik sepeda berdua ma Windha. Windha baik banget, karena aku lagi main ke sini...dia cuti setengah hari dari kerjaan hari Kamis dan Jumat... Gak bisa tuh aku balas kebaikanmu Win...

Aku berdoa, Tuhan yang akan membalas kebaikan keluarga kamu dan juga aku juga sudah belajar banyak dari keluarga ini. Bagaimana hidup dan berharap kepada Tuhan. Berani menghadapi hal-hal yang baru dan berjuang untuk hidup.



Friday, June 27, 2008

Kesibukan mengisi pagi...

Sudah hampir jam 7 pagi, sepi masih menyelimuti rumah ini. Hanya Sawen saja yang sibuk di dapur. Yang lain masih tidur, David juga sudah bangun. Aku putuskan untuk keluar rumah dipagi hari itu..melihat-lihat kesibukan hidup dipagi hari di kota ini, mungkin hal yang menarik pikirku.

Burung-burung berkicau membuatku sedikit berfikir, apakah itu kicauan burung atau ada bunyi-bunyian mirip kicau burung yang sumbernya tidak jauh dariku. Beberapa burung kecil berwarna hitam, sedang lompat dari satu dahan ke dahan yang lain sambil bernyanyi menyambut pagi. Semakin aku memperhatikan ternyata semakin banyak burung yang aku lihat. Bukan hanya yang di dahan pohon itu tapi juga banyak yang terbang mendekati gedung-gedung di pinggir jalan.

Pelajar-pelajar berjalan dengan cepat. Aku pikir apakah mereka sudah terlambat sehingga terlihat terburu-buru, atau berjalan dengan bergegas itu adalah kebiasaan mereka. Sudah dua hari kemarin aku naik kereta api, terlihat semua fokus dengan pikiran masing-masing, ada yang mendengarkan musik, membaca buku, sibuk dengan HP ditangan. Jarang ada yang ngobrol, kecuali mereka memang tadi bergerombol masuk ke dalam gerbong kereta.

Pagi ini, selain kesibukan berangkat kerja dan juga berangkat sekolah... Aku juga melihat kelompok yang mengisi pagi dengan aktivitas olah raga. Ada yang menggunakan alat yang sudah menjadi fasilitas apartemen ini dan ada juga yang berkelompok mendengarkan musik dan menggerakkan badan dengan serentak dalam gerak yang lambat.. Semua menyambut pagi..semua mengisi pagi... Bagiku ini juga menjadi kesempatan mengisi pagi dengan melihat sedikit kegiatan itu...mengabadikannya dan merenungkannya. Banyak hal yang perlu aku tiru dan aku bawa kekehidupanku ketika aku akan kembali ke Medan.

Ini beberapa foto yang aku ambil tadi pagi :






Tuesday, June 24, 2008

Goni plastik besar itu sudah penuh. Sebuah goni plastik isi beras tiga puluh kilo juga sudah mulai penuh dengan sampah plastik yang masih bisa di daur ulang sehingga bisa dijual setelah dibersihkan.

Pagi itu, aku bingung melakukan apa di rumah. Dapur sudah diisi tiga orang untuk memasak, rasanya menawarkan bantuan juga hanya akan membuat sempit dapur dan memperlambat pekerjaan memasak pagi hari.

Aku memutuskan untuk jalan saja di seputar lingkungan rumah itu. Melihat ibu yang bekerja untuk mengumpulkan plastik itu membuatku tertarik. Sebenarnya ketika pandangan pertama, tutup kepalanya itulah yang menarik bagiku. DIa menggunakan kain panjang untuk menutupi kepalanya, dan modelnya itu seperti "tudung" perempuan karo kalau bekerja dan menghinadri panas terik matahari.

Aku tawarkan bantuan untuk mengumpulkan plastik yang berserakan, dengan berbahasa Karo. Ibu itu mengatakan kalau dia tidak mengerti bahsa Karo. Ups..saya pikir orang Karo, ternyata saya salah. Saya mengajaknya berbicara bahasa Indonesia.
Dia menunjukkan rumahnya diatas bukit itu sekitar dua ratus meter dari tempat kami bertemu. Dia mendorong plastik yang sangat besar itu sedangkan saya mengikutinya dari belakang dengan menyeret plastik yang lebih kecil.

Sudah sejak jam 5 pagi dia bangun dan mulai mengorek2 sampah yang ada di halaman rumah orang. Mengumpulkan setiap sisa yang masih bisa dijual. Saat sampai di rumah sudah jam 7 pagi. Pulang untuk masak, kata ibu yang berasal dari Balige ini. Ketika berjalan menuju rumahnya, aku menunggunya sebentar belanja kue-kue di warung. Ketika masuk diberanda rumahnya, disana ada 6 bungkus tumpukan plastik yang sudah dibersihkan dan siap untuk dijual katanya. Satu bungkusan itu sekitar 4 Kg.
Di dekat pintu depan, ada anjing yang sedang beranak, anaknya ada 4 orang. Ibu itu kaget waktu aku tanyakan umur...anak anjing yang lucu2 itu.

"Itu bukan anjing saya, anjing orang lain yang beranak disini. tadi pagi belum ada, sepertinya baru saja semua selesai dilahirkan." "Kayaknya rejeki ibu akan banyak, anjing tetangga saja melahirkan di rumah ibu." "Amin".

Tiga anaknya sudah berdesakan dimuka pintu ketika pintu terbuka. Aku diajak masuk. Rumah itu kecil, kamarnya dua. Selimut masih berantakan. Aku duduk dan disuguhi teh yang sudah dingin. Katanya dibuat tadi pagi ketika dia akan keluar rumah..untuk anak2nya. Dia marah2 sama anaknya yang tertua, karena tidak sekolah. Kata anak itu dia terlambat bangu7n. Sudah jam 7.30 pagi, sang ibu menyuruhnya tetap sekolah walaupun sudah terlambat. Salahnya sendiri kenapa tidur lagi padahal sebelum ibunya pergi dia sudah dibangunkan. Si anak menggeleng dan bilang gak mau. Si ibu mengancam, kalau sudah tidak mau sekolah dan malas...lebih baik berhenti saja. Tapi mau jadi apa kalau nanti sudah besar tanpa sekolah. Si ibu mengalihkan pandangan kepada dua anaknya yang lebih kecil. Dengan suara lantang dia menghardik mereka, mengapa tidak membangunkan abangnya dan mengingatkannya untuk sekolah.

Aku hanya diam dan melihat semua. Ibu itu kemudian duduk dan mengajak anaknya duduk di tikar dimana aku sudah lebih dulu duduk. Dia mengeluarkan kue yang dia beli di warung tadi. Memberikannya kepada anak-anaknya dan menawarkannya juga kepadaku. Aku menolaknya karena memang dari rumah tadi aku sudah minum teh manis. Ibu itu menceritakan kehidupannya kepadaku. Hatiku tertegun dengan ceritanya. Selesai masak dia akan kembali keluar rumah untuk mencari plastik. Sudah dua tahun katanya dia mencari plastik untuk dijual untuk membiayai kebutuhan hidup keluarga nya.

"Suami ibu kerja dimana?" "Tidak bekerja. Dia struk jadi kerjanya hanya tidur saja". Jujur...aku jadi sedikit tersentuh dan bersyukur tadi bisa masuk ke rumah ini. Melihat satu potret keluarga yang ada di Batam ini. Dulu ceritanya ibu ini jualan bersama suaminya, namun karena sering digusur2 akhirnya tidak jualan lagi. Kemudian suaminya struk dan dia sendiri yang berjuang untuk mengumpulkan plastik2 itu mencari uang untuk melanjutkan kehidupan keluarga itu.

Pikiranku dimasuki oleh macam2 hal untuk melihat kehidupan keluarga itu. Aku mengingat betapa aku kurang bersyukur menjalani hidup ini. Aku merasa kurang melihat sekelilingku, begitu banyaknya bentuk kehidupan yang Tuhan ijinkan terjadi..dan banyak hal yang bisa kita pelajari dari sana.

"Ibu biasanya ke gereja mana?" "Sudah lama aku tidak ke gereja. Kadang sibuk mengurus anak-anak ini di pagi hari. Tapi sebenarnya itu bukan alasan. Kakiku berat sekali untuk dilangkahkan pergi ke gereja, " katanya.

saat itu aku berpikir, betapa beratnya beban keluarga ini. Siapakah yang menjadi teman baginya ketika mengalami hal-hal sulit itu. Suaminya sudah lama tiadk diobati lagi dan hanya terbaring di dalam kamar.

Aku enggan berlama2 di rumah itu...aku takut kalau ibu itu jadi terganggu untuk memulai memasak. "Saya pulang dulu aja ya Bu, mungkin ibu sudah mau memasak." "Kenapa buru2..sekali-sekali saja kita bisa ngobrol kan. Masak sebentar lagi juga bisa." "Aku menahan diri untuk beranjak. Mungkin ibu itu juga pengen curhat, aku pikir. Aku dengarkan keluhan2nya. Keluhan2 yang mungkin selalu memenuhi hati dan jiwanya, tapi tidak ada waktu untuk dikeluarkan. Dia membutuhkan telinga untuk mendengar.

Ketika dia cerita, anaknya menumpahkan asbak rokok yang berisi abu rokok. Aku bertanya refleks, "siapakah yang merokok ini bu?" Aku berpikir mungkin yang merokok ibu ini atau ada tamu kemarin yang datang dan sisa rokoknya belum dibuang.

"Suami saya, walaupun kerjanya hanya terbaring...sebungkus sehari saya harus beli rokok untuknya," katanya. Jujur aku kaget banget. Hanya saja karena kami duduk di depan kamar dimana suaminya terbaring...aku tidak bisa berkomentar apa2 selain diam mendengar perkataan ibu itu.

Perempuan yang hebat dengan perjuangannya setiap hari sejak jam 5 pagi. Mengumpulkan plastik demi kelangsungan hidup keluarga. Namun kadang semua yang dia jalani itu tidak masuk ke akal sehatku. Hmmm itulah salah satu bentuk kehidupan yang bisa aku lihat, ketika aku tiga malam ini tinggal di rumah Pdt. Dewi di Batam.

Batam, 24 Juni 08